Jakarta (15/10) – Berhubungan intim ketika hamil bisa saja menjadi dilema bagian sebagian besar pasangan. Mulai dari aman atau tidak, hingga posisi bercinta saat hamil yang nyaman untuk istri maupun suami.

Keinginan untuk tetap berhubungan intim saat hamil merupakan hal yang wajar. Hamil bukan menjadi halangan Anda untuk tetap bercinta dengan pasangan. Namun yang perlu diperhatikan, jangan sampai Anda dan pasangan memaksakan diri. Pasalnya, bercinta saat hamil tetap ada aturan mainnya nih, Maiders.

Lalu, amankah berhubungan intim disaat sedang hamil? Yuk simak sama-sama ya;

Dilansir dari berbagai sumber, berhubungan intim saat hamil diperbolehkan saja nih, Maiders. Bahkan, berhubungan intim saat hamil terbilang aman lho. Terlebih, kepuasan seksual menjadi hal yang bisa menjaga hubungan Anda dengan pasangan semasa kehamilan. Tidak sedikit pula wanita yang merasa dirinya lebih seksi dan lebih bergairah saat hamil.

Saat hamil, terjadi banyak perubahan pada tubuh wanita, baik bentuk fisik maupun kadar hormonnya. Ada wanita yang merasa seks semasa hamil terasa lebih nikmat dibanding sebelum hamil. Namun ada juga yang merasa sebaliknya.

Pada kehamilan muda, sebagian Ibu memang tidak terlalu nyaman untuk berhubungan seks, karena Ibu masih belum terlalu nyaman dengan tubuh Ibu.Berhubungan intim saat hamil tidak akan mengganggu atau membahayakan tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Orgasme saat seks memang dapat menyebabkan kontraksi rahim, tapi hanya sementara dan tidak berbahaya. Janin tidak akan terluka ketika ibu hamil berhubungan seksual dengan pasangannya. Seks juga tidak menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.

Tenang saja Maiders, berhubungan intim saat hamil terbilang aman karena bayi terlindungi oleh cairan ketuban, otot-otot rahim yang kuat, serta lendir tebal yang menutupi leher rahim.

Selama berhubungan seksual, penetrasi penis juga tidak menembus leher rahim sehingga tidak akan mencapai bayi. Aktivitas seksual yang satu ini tidak akan memengaruhi kondisi bayi Anda.

Berhubungan intim saat hamil justru punya banyak manfaat psikologis dan fisik. Bahkan, beberapa peneliti berpendapat bahwa teratur bercinta saat hamil dapat mengurangi risiko melahirkan prematur.

Berikut ini 5 aturan berhubungan intim saat hamil yang aman dan sehat;

  1. Kandungan sehat
  2. Aturan berhubungan intim saat hamil yang pertama sudah pasti kandungan harus sehat. Maksudnya disini kandungan sehat adalah kehamilan yang berlangsung normal, tanpa adanya gangguan, atau penyakit. Gangguan ini bisa berupa mulut rahim terbuka, ketuban pecah, infeksi, dan sebagainya.

  3. Lakukan setelah trimester pertama
  4. Berdasarkan pernyataan beberapa ahli, sperma mengandung senyawa prostaglandin yang dapat menyebabkan rasa mulas. Karena itu, wanita hamil yang usia kandungannya masih sangat muda tidak disarankan berhubungan intim terlebih dahulu demi menghindari kontraksi dan keguguran. Selain itu, kondisi istri akan sering mengalami mual dan muntah. Bila kondisinya seperti ini, biasanya dorongan gairah pun akan ikut menurun. Lalu, berhubungan intim saat hamil trimester pertama juga masa rawan bagi kandungan karena janin dan ari-arinya belum terbentuk dengan sempurna.

  5. Tidak memiliki riwayat perdarahan
  6. Ketiga, pastikan kamu tidak memiliki riwayat pendarahan selama hamil serta tidak mengalami plasenta previa. Kondisi ini adalah posisi perlekatan plasenta atau ari-ari yang berada di bagian bawah rahim, baik sebagian maupun keseluruhan, sehingga berpotensi menutupi jalan lahir. Selain itu, berisiko menimbulkan pendarahan saat hamil, terutama ketika mendekati waktu persalinan.

    Jadi, hindari berhubungan intim saat hamil jika kamu pernah mengalami kedua hal di atas. Sebab dalam kondisi ini, berhubungan intim saat hamil dapat meningkatkan risiko pendarahan yang pada akhirnya membahayakan ibu dan janin.

  7. Perhatikan posisi hubungan intim
  8. Memasuki trimester kedua, perut ibu hamil otomatis mulai membesar. Untuk itu, cermati posisi saat berhubungan agar tetap merasa nyaman. Hindari posisi telentang karena posisi ini dapat menekan perut dan menyebabkan penekanan pada pembuluh darah di daerah perut. Adapun posisi berhubungan intim saat hamil tua yang disarankan adalah posisi miring (spoon position), duduk (sitting dog), atau wanita di atas (woman on top).

  9. Jangan di 4 minggu sebelum kelahiran
  10. Seperti di trimester pertama, berhubungan intim saat hamil harus dihindari dalam empat minggu terakhir sebelum kelahiran. Berhubungan intim saat usia kehamilan tersebut berpotensi menyebabkan persalinan prematur.

Itulah kelima aturan berhubungan intim saat hamil yang patut menjadi pertimbanganmu agar kondisi ibu dan bayi dalam kandungan terus aman dan sehat. Jika Anda masih ragu untuk melakukan hubungan intim, sebaiknya konsultasikan dengan dokter dulu sebelum melakukannya saat hamil, Maiders. Jika dokter menyarankan Anda membatasi seks, sebaiknya komunikasikan dengan pasangan untuk menemukan solusi lain agar bisa tetap intim selama hamil.

*Sumber: Hallodoc