Jakarta (15/4) – Puasa merupakan salah satu kebiasaan yang perlu ditanamkan sejak kecil. Dengan mengajarkan puasa sejak dini, anak akan lebih mudah menjalankan puasa saat dewasa nanti. Sahur menjadi salah satu kebutuhan penting sebelum menjalankan ibadah puasa. Gunanya adalah untuk memasok energi untuk menjalankan aktivitas harian.

Membangunkan si Kecil untuk makan sahur mungkin akan menjadi tantangan tersendiri untuk Bunda. Si Kecil kemungkinan besar akan susah dibangunkan karena waktu sahur memang masih merupakan waktunya untuk tidur. Cara agar anak semangat bangun sahur bisa dilakukan dengan sejumlah trik. Berpuasa bisa diajarkan pada anak sejak kecil. Mengajak anak untuk turut berpuasa bisa memberi pemahaman anak tentang kewajiban puasa Ramadan.

Baca juga: 5 Langkah Mengajarkan Anak Berpuasa

Tak cuma mengajari untuk menahan lapar dan haus dari terbit fajar dan terbenamnya matahari, orang tua juga perlu memberi pemahaman tentang pentingnya sahur. Berikut tips bangunkan anak sahur:

  1. Jelaskan pentingnya santap sahur
  2. Agar lebih mudah dibangunkan, Maiders, selaku orang tua perlu menjelaskan pentingnya sahur saat sebelum tidur, agar Si Kecil lebih mudah dibangunkan saat sahur. Ini menjadi hal utama yang ibu harus lakukan. Beritahu pula apa makna sahur, serta hal-hal yang dapat terjadi jika anak melewatkannya. Jelaskan pula makna puasa dengan bahasa yang mudah dipahami Si Kecil. Berkaitan dengan hal tersebut, ibu dapat menjelaskan tentang manfaat puasa, serta pahala yang didapat. Terangkan pula tentang ikhlas dalam berpuasa akan membawa kebaikan untuknya di kemudian hari.

  3. Mengatur jam tidur
  4. Tips membangunkan anak sahur selanjutnya dapat dilakukan dengan mengajak anak tidur di awal waktu. Dengan tidur lebih awal, jam tidur anak tidak berkurang, sehingga mereka akan lebih mudah dibangunkan saat sahur. Terangkan padanya jika pola tidur akan berubah selama puasa, karena harus bangun untuk makan sahur.

    Saat pandemi seperti sekarang ini, ibu dapat mengajaknya shalat tarawih berjamaah di rumah dengan waktu yang lebih singkat, sehingga anak dapat lebih tidur dengan lebih cepat. Agar anak lebih cepat tidur, ibu bisa membacakan dongeng atau menceritakan kisah pengantar tidur.

    Selain tidur pada malam hari, untuk menambah jam tidur saat puasa adalah dengan melakukan tidur siang. Tidur siang paling lama dilakukan dalam waktu 1 jam, agar anak tidak terjaga di malam hari karena terlalu lama melakukan tidur siang.

    Jika tidak terbiasa tidur siang, biarkan anak untuk beraktivitas di siang hari, sehingga dapat lebih cepat tidur di malam hari.

  5. Siapkan makanan kesukaan anak
  6. Langkah selanjutnya dalam bangunkan anak sahur adalah dengan menyuguhkan makanan kesukaannya. Dengan memberitahu bahwa sudah disajikan makanan kesukaan, mereka akan lebih antusias saat tiba waktu santap sahur. Selain lebih cepat bangun, memasak makanan kesukaan anak akan membuat selera makan mereka meningkat.

    Berkaitan dengan hal tersebut, ibu dapat mencari menu makanan yang mereka sukai, yang kaya akan nutrisi dan vitamin, sehingga anak mempunyai cukup stamina untuk menjalankan ibadah puasa.

  7. Bangunkan dengan lembut
  8. Jangan meneriakkan saat membangunkan anak sahur ya, bu! Karena anak akan kaget dan kehilangan mood untuk santap sahur. Jika sudah begini, drama akan terjadi, anak menangis, dan ibu menjadi tambah marah. Sebaiknya bangunkan dengan suara dan sentuhan yang lembut, agar anak merasa nyaman. Faktanya, suara dan sentuhan yang lembut lebih efektif untuk bangunkan anak sahur.

  9. Beri penghargaan
  10. Memberi penghargaan tidak selalu dilakukan dengan benda-benda mahal. Cukup dengan memuji dan menciumnya sudah membuat anak merasa senang dan dihargai. Dengan begitu, Si Kecil lebih mudah untuk bangun sahur. Ibu juga dapat memberinya hadiah saat lebaran sebagai imbalan puasa penuh yang dilakukan dalam satu bulan.

Anak-anak yang baru memasuki usia belajar puasa tentu akan kesulitan menyesuaikan diri untuk bangun sahur. Bangun tengah malam setiap hari tentu rentan membuat anak rewel karena merasa jam tidurnya terganggu.

Oleh karena itu, Bunda-bunda harus tahu bagaimana mengatasinya agar anak tidak menjadikan puasa Ramadan, terutama waktu sahur sebagai beban dan malah membencinya. Semoga bermanfaat ya, Maiders.

*Sumber: Halodoc