Jakarta (12/6) – Baby walker adalah alat yang biasa digunakan untuk membantu anak belajar berjalan tanpa perlu diawasi kemana pun. Ini adalah peralatan bayi yang dilengkapi empat roda dan tempat duduk dengan dua lubang untuk kaki.

Beberapa orangtua percaya, bahwa baby walker dapat membantu tumbuh kembang bayi mereka, khususnya membantu agar anak mampu berjalan lebih cepat. Namun, apakah perlu memberikan alat ini untuk anak latihan berjalan? Cari tahu faktanya di sini, yuk!

Baby Walker untuk Belajar Jalan

Penggunaan baby walker untuk belajar jalan anak sebenarnya tidak disarankan oleh para ahli. Alasannya karena penggunaan alat ini bisa menghambat proses berjalan dan membahayakan Si Kecil. Dilansir dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), American Academy of Pediatrics (2001) melaporkan bahwa pada tahun 1999 terdapar sekitar 8.800 anak berusia di bawah 15 bulan yang mengalami kecelakaan akibat baby walker.

Risiko yang mungkin terjadi akibat penggunaan baby walker antara lain risiko cedera kepala, patah tulang, hingga luka bakar. Risiko ini bisa terjadi saat:

  • Baby walker terjatuh dari tangga.
  • Baby walker terjungkil pada permukaan yang tidak rata.
  • Si Kecil mencapai ember atau baskom air yang bisa membahayakannya.
  • Si Kecil bisa mencapai barang-barang yang lebih tinggi dan mungkin membahayakannya. Misalnya, gunting, pisau, dan barang pecah belah lainnya.

Apakah Baby Walker Membantu Anak Berjalan?

Jawabannya adalah tidak, sebab baby walker tidak membantu Si Kecil berjalan lebih cepat dibanding anak yang tidak memakai alat ini. Justru, alat ini bisa mengurangi keinginannya untuk belajar karena ada alternatif yang lebih memudahkannya untuk berjalan.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa baby walker tidak disarankan untuk digunakan:

  1. Meningkatkan risiko otot menjadi tegang. Alasannya karena baby walker memungkinkan Si Kecil untuk berdiri dan berjalan dengan ujung jari kaki.
  2. Baby walker membuat Si Kecil tidak melihat kakinya saat berjalan. Akibatnya, ia tidak bisa mempelajari bagaimana cara untuk menyeimbangkan tubuh.
  3. Baby walker menguatkan otot yang salah. Kedua tungkai bawah memang diperkuat, namun tungkai atas (paha) dan pinggang tetap tidak dilatih. Padahal, tungkai atas dan pinggang sangat penting untuk berjalan.

Manfaat Belajar Berjalan Tanpa Baby Walker

Daripada membiasakan anak menggunakan baby walker, ibu bisa mencari cara lain untuk membantu Si Kecil belajar berjalan. Antara lain dengan menghindari kebiasaan menggendong dan mengajaknya mendorong benda berat, seperti kursi.

Berikut adalah beberapa manfaat belajar berjalan tanpa baby walker bagi Si Kecil:

  1. Belajar duduk, merangkak, dan bergerak bebas.
  2. Belajar bergerak dari duduk ke melutut. Lalu dari melutut, ia akan belajar menarik diri untuk berdiri meskipun harus memegang benda di sekitarnya. Ini bisa membantu menguatkan otot yang diperlukan untuk berjalan.
  3. Memungkinkan Si Kecil melihat kakinya saat belajar berjalan. Sehingga ia bisa mempelajari keseimbangan dengan jatuh dan berdiri kembali, lalu melangkah secara perlahan.

Jadi, menurut Maiders lebih baik pakai baby walker atau tidak nih? Ada baiknya orangtua melatih kemampuan anak berdiri dan berjalan menggunakan cara lain, yakni dengan dengan membiarkan anak berdiri atau bebas bergerak di karpet khusus bayi atau di rumput Ketika bayi duduk dan beranjak berdiri, saat itulah mereka sedang belajar bagaimana menjaga keseimbangan tubuh mereka.

Kalau pun ibu terpaksa menggunakan baby walker, pastikan Si Kecil mendapat pengawasan yang ketat untuk meminimalkan risiko bahaya yang mungkin terjadi. Bila proses itu Anda bantu menggunakan alat, kemampuan bayi untuk berjalan dan berdiri seimbang jadi kurang.

Tidak perlu takut bila bayi jatuh duduk atau terguling saat belajar posisi berdiri dan berjalan seimbang ini.

Semoga informasi ini bermanfaat ya πŸ™‚

*sumber: Halodoc