Jakarta (23/10) – Saat masih bayi sumber Makanan terbaik bisa didapat secara langsung dari Air Susu Ibu (ASI). Banyak juga bayi yang diberikan asupan susu formula sebagai pengganti ASI. Namun, ternyata banyak juga bayi yang menolak susu formula karena memiliki kandungan susu sapi didalamnya.

Alergi susu sapi berbeda dengan intoleransi laktosa. Bayi dengan alergi susu sapi membutuhkan alternatif susu pengganti untuk mencegah terjadinya defisiensi nutrisi karena kebanyakan susu formula menggunakan basis susu sapi.

Walau demikian, pilihan susu pengganti masih menjadi perdebatan. Alergi susu sapi merupakan reaksi hipersensitivitas yang dipicu oleh mekanisme imun spesifik dari susu sapi yang umumnya disebabkan oleh reaksi imunologis yang tidak diperantarai oleh IgE.

Susu alternatif yang diberikan untuk bayi dengan alergi susu sapi tergantung dari status nutrisi dari bayi. Alergi susu formula adalah respons imun bayi yang berlebihan terhadap salah satu protein dalam susu formula, sedangkan intoleransi laktosa adalah reaksi yang diakibatkan ketidakmampuan tubuh dalam mencerna laktosa, yaitu gula alami dalam susu.

Masalah pencernaan yang ditimbulkan dari keduanya bisa sangat mirip, sehingga terkadang membingungkan sang ibu.

Ciri-ciri bayi tidak cocok susu formula

Ciri-ciri bayi tidak cocok susu formula yang disebabkan oleh alergi susu formula di antaranya adalah:

  • Masalah pencernaan, seperti sakit perut, muntah, kolik, diare, konstipasi, hingga kadang buang air besar berdarah
  • Reaksi terhadap kulit, seperti ruam merah dan gatal, atau pembengkakan pada bibir, wajah, dan sekitar mata
  • Gejala alergi seperti pilek
  • Eksim yang tidak membaik dengan pengobatan
  • Gangguan pernapasan, seperti napas berbunyi mengi, batuk, dan sesak napas
  • Reaksi anafilaksis yang butuh penanganan medis segera.

Adapun ciri-ciri bayi tidak cocok susu formula yang disebabkan karena intoleransi laktosa meliputi:

  • Diare parah
  • Muntah
  • Kram atau nyeri di perut
  • Kembung

Gejala-gejala di atas bisa muncul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah minum susu formula.

Tips mengatasi gejala bayi yang tidak cocok susu formula

Agar Anda tepat dalam menyikapi ciri-ciri bayi tidak cocok formula, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

  • Berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terkait penggantian produk susu formula yang lebih cocok untuk Si Kecil, jika Si Kecil memang tidak ada pilihan lain selain susu formula
  • Jangan memberi susu formula jenis apa pun, termasuk yang berbahan dasar kedelai, kepada Si Kecil tanpa mendapatkan saran medis terlebih dahulu
  • Melakukan diet bebas susu atau produk olahan susu apabila Anda masih memberikan ASI kepada Si Kecil.

Apakah susu keledai dapat mengatasi gejala alergi susu formula?

Maiders, pasti Anda bingung apakah memberi susu kedelai untuk bayi, Boleh atau tidak? Meski bernutrisi, susu keledai bukanlah jenis susu yang dapat digunakan sebagai sumber nutrisi utama bayi. Susu soya untuk bayi umumnya baru direkomendasikan jika bayi memiliki alergi terhadap susu formula biasa yang berbahan dasar susu sapi. Susu soya juga tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi yang terlahir prematur atau bayi berusia kurang dari 6 bulan. Selain itu, susu formula soya sebaiknya tidak diberikan pada bayi yang sedang mengalami kolik dan berisiko tinggi memiliki alergi makanan.

Umumnya, jenis susu yang paling utama bagi bayi adalah air susu ibu (ASI). ASI memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembangnya. ASI juga merupakan sumber nutrisi utama bayi usia 1–6 bulan dan dapat dilanjutkan hingga usianya mencapai 2 tahun.

Selain itu, ada beberapa alasan lain mengapa Bunda sebaiknya tidak memberikan susu soya pada Si Kecil, yaitu:

  • Meningkatkan risiko reaksi alergi
  • Memberikan susu soya untuk bayi berusia di bawah 6 bulan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya reaksi alergi kedelai di dalam tubuhnya. Gejala alergi pada bayi meliputi muntah, diare, muncul ruam, terlihat rewel, hingga pembengkakan di wajah, bibir, dan lidah.

  • Merusak gigi bayi
  • Kandungan bahan tambahan, seperti gula atau pemanis buatan, di dalam susu soya tidak baik untuk bayi. Jika susu formula mengandung jenis gula laktosa, maka susu soya biasanya berisi glukosa. Kandungan glukosa ini dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi pada bayi dan anak-anak.

Aturan memberi susu keledai pada anak

Susu kedelai boleh diberikan sebagai alternatif bila anak atau bayi alergi terhadap laktosa atau susu formula yang terbuat dari susu sapi. Susu kedelai juga boleh diberikan pada bayi yang mengalami gangguan metabolik, seperti galaktosemia. Namun, pemberian susu kedelai pada bayi tentunya perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter anak, ya, Maiders.

Jika hendak memberikan susu kedelai kepada Si Kecil, Maiders perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Jika ingin membeli susu kedelai untuk bayi, pilihlah susu yang terbuat dari kedelai utuh (whole)
  • Untuk anak di bawah 2 tahun, lemak sangat penting untuk berkembangan otaknya. Pastikan juga jika susu kedelai tersebut diperkaya dengan vitamin A, vitamin D, omega-3, dan kalsium
  • Apabila Si Kecil minum susu kedelai, disarankan untuk meningkatkan asupan kalsiumnya. Susu kedelai mengandung zat alami phytate yang mampu mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium dan mineral lainnya.
  • Terakhir, pastikan asupan vitamin B12 Si Kecil tetap terpenuhi. Hal ini dikarenakan susu kedelai terbuat dari tanaman, sedangkan vitamin B12 hanya terdapat pada makanan hewani, termasuk susu sapi.

Perlu diingat Jika benar penyebabnya adalah alergi susu sapi, dokter mungkin akan menganjurkan susu jenis lain sebagai pengganti, misalnya susu formula dari bahan kedelai, Maiders. Tetapi sekitar 10–14% anak yang alergi susu sapi juga alergi terhadap kedelai. Oleh sebab itu, sebelum memberikan susu kedelai untuk bayi atau anak, pastikan Maiders berdiskusi terlebih dahulu pada dokter anak.

Dokter juga akan memberikan saran mengenai makanan yang perlu dikonsumsi Si Kecil untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

*Sumber: Alodokter