Jakarta (2/12) – Rasa kesal dan juga marah bisa datang kapan pun di mana pun. Pemicunya juga beragam, bisa karena rumah kurang rapih akibat tidak ada yang membantu Anda dirumah. Apapun penyebabnya, yang perlu Anda lakukan hanya satu, yaitu meredam emosi secepat dan sesegera mungkin agar kemarahan ini tidak melebar kemana-mana.

Merasakan emosi positif dan negatif adalah bagian alami dari menjadi manusia. Kita mungkin menggunakan kata “negatif” untuk menggambarkan emosi yang lebih sulit, tetapi itu tidak berarti emosi itu buruk atau kita tidak seharusnya memilikinya. Namun, kebanyakan orang mungkin lebih suka merasakan emosi positif daripada emosi negatif.

Kemungkinan besar Anda lebih suka merasa bahagia daripada sedih, atau percaya diri daripada tidak aman. Yang penting adalah bagaimana emosi kita seimbang – berapa banyak dari setiap jenis emosi, positif atau negatif, yang kita alami.

Bagaimana Emosi Negatif Membantu Kita

Emosi negatif memperingatkan kita akan ancaman atau tantangan yang mungkin perlu kita tangani. Misalnya, rasa takut dapat mengingatkan kita akan kemungkinan bahaya. Itu sinyal bahwa kita mungkin perlu melindungi diri kita sendiri. Perasaan marah memperingatkan kita bahwa seseorang menginjak kaki kita, melewati batas, atau melanggar kepercayaan kita. Kemarahan bisa menjadi sinyal bahwa kita mungkin perlu bertindak atas nama kita sendiri.

Emosi negatif memusatkan kesadaran kita. Mereka membantu kita untuk memecahkan masalah sehingga kita bisa mengatasinya. Tetapi terlalu banyak emosi negatif dapat membuat kita merasa kewalahan, cemas, kelelahan, atau stres. Ketika emosi negatif tidak seimbang, masalah mungkin tampak terlalu besar untuk ditangani. Semakin kita memikirkan emosi negatif, semakin negatif perasaan kita. Berfokus pada negativitas akan membuatnya berjalan.

Bagaimana Emosi Positif Membantu Kita

Emosi positif menyeimbangkan emosi negatif, tetapi mereka juga memiliki manfaat kuat lainnya. Alih-alih mempersempit fokus kita seperti halnya emosi negatif, emosi positif memengaruhi otak kita dengan cara yang meningkatkan kesadaran, perhatian, dan ingatan kita. Mereka membantu kami menerima lebih banyak informasi, mengingat beberapa gagasan sekaligus, dan memahami bagaimana berbagai gagasan saling terkait.

Ketika emosi positif membuka kita terhadap kemungkinan-kemungkinan baru, kita lebih mampu belajar dan membangun keterampilan kita. Itu mengarah ke melakukan lebih baik pada tugas dan tes.

Orang yang memiliki banyak emosi positif dalam kehidupan sehari-hari mereka cenderung lebih bahagia, lebih sehat, belajar lebih baik, dan bergaul dengan orang lain.

Berikut ini adalah beberapa cara mengendalikan emosi negatif yang bisa Anda coba:

  1. Berpikiran dan bersikap positif
  2. Maiders, Anda mungkin tidak dapat mengubah situasi buruk yang menimpa Anda, namun Anda bisa mengubah sudut pandang Anda untuk melihat situasi tersebut menjadi lebih positif. Misalnya, Anda merasa kecewa karena mendapat banyak kritik pada presentasi yang baru saja Anda berikan. Pada situasi seperti ini, cobalah pikirkan sisi positifnya bahwa kritik tersebut sebenarnya dapat bermanfaat bagi pertumbuhan karier Anda kelak.

    Selain itu, coba tenangkan diri Anda dengan mengambil napas panjang lalu tutup mata Anda. Sadarilah keberadaan, perasaan, dan pikiran Anda saat ini, termasuk keadaan sekitar Anda. Hal ini dapat membuat Anda lebih sadar dan bersikap lebih positif dalam merespons segala sesuatu.

  3. Hindari situasi yang bisa memicu munculnya emosi negatif
  4. Hindarilah situasi yang bisa membuat Anda merasakan emosi negatif. Sebagai contoh, jika Anda mudah kesal saat terburu-buru atau terjebak macet, Anda dapat mengatur waktu untuk berangkat saat arus jalan sedang tidak terlalu macet.

    Bila emosi tersebut datang saat melihat media sosial atau bahkan datang saat bersama orang-orang tertentu, tidak ada salahnya Anda beristirahat sejenak dari log in media sosial atau bertemu dengan orang-orang tersebut.

  5. Lakukan aktivitas yang menyenangkan
  6. Melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat membawa pengaruh positif bagi hidup Anda, misalnya:

    • Berolahraga. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, namun juga merupakan sarana untuk mengelola stres. Yoga, tai chi, dan aerobik merupakan beberapa contoh latihan fisik yang baik bagi kesehatan mental.
    • Mempelajari kemampuan baru seperti mempelajari bahasa atau pun alat musik dapat membangkitkan kepercayaan diri Anda dan menjadi salah satu cara yang baik untuk mengendalikan emosi.
    • Menjaga komunikasi dengan orang-orang terdekat Anda, seperti keluarga, sahabat, atau tetangga, yang bisa membuat Anda nyaman.
    • Menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik karena keduanya saling memengaruhi. Jika emosi Anda terganggu, tubuh juga akan rentan terhadap berbagai penyakit seperti nyeri dada dan tekanan darah tinggi.

Seseorang dapat dikatakan sehat secara emosional ketika ia berhasil mengelola masalah sehari-harinya, misalnya stres pekerjaan, kebiasaan buruk, atau masalah hubungan pertemanan, yang bisa berdampak pada kesehatan jiwa dan raga. Jika Anda ingin mengendalikan emosi serta sehat, Anda bisa menggunakan cara diatas ya, Maiders. 🙂

*Sumber: Alodokter