Jakarta (14/4) – Makanan pedas memang menggugah selera sekali, terutama ketika momen buka puasa tiba. Tetapi sayangnya belum banyak yang memahami bahaya makan pedas untuk buka puasa ini. Dan mungkin saja bagi kebanyakan penggemar pedas, makanan inilah yang membuat nafsu makan bertambah.

Tidak hanya bagi yang memiliki masalah pencernaan saja yang harus mewaspadai bahaya makan pedas untuk buka puasa. Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi makanan dengan kandungan capsaicin berlebih juga bisa membuat lambung menjadi terluka. Termasuk bagi mereka yang tidak memiliki masalah pencernaan.

Nah, ditambah lagi ketika puasa perut pasti kosong karena sudah menahan haus dan lapar hampir 14 jam. Jika harus dipaksa untuk berbuka dengan makanan pedas, maka kemungkinan lambung akan terluka menjadi lebih besar lagi.

Bolehkah makan pedas saat sahur dan berbuka puasa?

Bagi penggemar makanan pedas, sensasi pedas yang berasal dari makanan yang dimakan memang dapat memperkaya cita rasa makanan dan menambah nafsu makan. Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa kandungan capsaicin pada makanan pedas dapat meningkatkan energi yang dikeluarkan tubuh sehingga membantu mengendalikan berat badan. Akan tetapi, bolehkah makan pedas saat sahur dan berbuka puasa?

Seorang ahli nutrisi di Dubai Health Authority menyarankan agar Anda menghindari makan pedas saat sahur maupun berbuka puasa. Pasalnya, saluran pencernaan saat berpuasa sangat sensitif dengan makanan pedas. Hal tersebut bisa menimbulkan gangguan pencernaan sehingga membuat puasa Anda menjadi tidak nyaman.

Meski demikian, dampak makan pedas antara satu orang dengan orang lainnya mungkin tidak akan sama. Ini bergantung pada seberapa banyak makanan pedas yang dimakan serta tingkat sensitivitas pencernaan Anda pada makanan pedas.

Bahaya makan pedas terus menerus saat sahur dan berbuka puasa

Makanan pedas memang nikmat dan dapat meningkatkan nafsu makan. Namun, terlalu banyak makan pedas, terutama saat bulan puasa, dapat berisiko memicu beberapa masalah kesehatan.

  1. Asam lambung naik
  2. Seseorang yang kerap mengonsumsi makanan yang sangat pedas berkemungkinan besar memiliki masalah pada lambung. Hal ini disebabkan karena makanan pedas dapat memicu naiknya asam lambung hingga menyebabkan tenggorokan menjadi panas. Selain itu, dinding lambung pun dapat mengalami iritasi dan kerusakan. Jadi, porsi mengonsumsi makanan pedas harus benar-benar diperhatikan.

  3. Memicu iritasi kerongkongan
  4. Saat mengonsumsi makanan yang sangat pedas, lidah mengirimkan sinyal nyeri kepada otak. Otak kemudian menanggapinya dengan rasa mual, sakit perut, hingga muntah. Ini merupakan respons normal perut untuk mengeluarkan apa pun yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Ketika muntah, perut mengeluarkan makanan yang dicerna beserta asam lambung. Asam lambung adalah jenis asam yang cukup kuat. Paparan berkali-kali terhadap kerongkongan dapat memicu iritasi, bahkan luka pada kerongkongan. Akibatnya, kerongkongan terasa nyeri dan tidak nyaman selama berpuasa.

  5. Memicu rasa haus
  6. Layaknya makanan asin, makanan pedas juga dapat membuat Anda merasa haus. Makan pedas, terutama saat sahur, dapat membuat lidah terasa panas. Hal ini yang mendorong Anda untuk minum lebih banyak. Selain itu, kenaikan suhu tubuh setelah makan makanan pedas juga akan meningkat. Kondisi ini ditandai dengan banyaknya jumlah keringat yang dikeluarkan oleh tubuh. Akibatnya, kadar air dalam tubuh akan berkurang dan memungkinkan Anda merasa haus terus menerus setelahnya.

  7. Sering buang air
  8. Sering makan pedas saat sahur atau berbuka puasa juga dapat berisiko menyebabkan Anda buang air besar terus menerus atau dikenal dengan kondisi diare. Kandungan capsaicin yang berasal dari lada dan cabai dapat mengiritasi usus kecil sehingga membuat perut terasa mulas dan anus terasa panas terbakar. Capsaicin juga dapat mengaktifkan reseptor tubuh sehingga menyebabkan makanan bergerak ke usus besar lebih cepat. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan Anda jadi sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air.

    Diare membuat tubuh Anda kehilangan cairan. Padahal, selama puasa asupan cairan Anda sudah berkurang. Jika diare terus menerus terjadi, kondisi ini dapat mengakibatkan dehidrasi. Anda pun jadi tidak maksimal melakukan berbagai aktivitas selama berpuasa karena tubuh merasa lelah karena kekurangan energi.

Makanan pedas sebenarnya tidak memiliki dampak jangka panjang bagi kesehatan. Kandungan capsaicin yang menimbulkan rasa pedas pada makanan bahkan disinyalir bermanfaat bagi kesehatan asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Meski begitu, kita harus berhati-hati jika memiliki penyakit pada saluran pencernaan. Salah satu akibat dari sering makan makanan pedas adalah timbulnya gejala sehingga makanan ini perlu dibatasi.

Bila perlu, hindari makanan pedas jika kamu selalu mengalami sakit perut setelah mengonsumsinya.

*Sumber: Maimaid Team