Jakarta (1/7) – Di Indonesia, banyak orang yang mengira bahwa tidur dengan menyalakan kipas angin berisiko menyebabkan kematian. Ada juga yang bilang jika kipas angin membuat keringat tidak bisa keluar dan mengendap di dalam tubuh. Namun, benarkah hal tersebut memang terjadi? Apakah berbahaya jika kita tidur dengan kipas angin yang menyala? Yuk, kita ulas beberapa mitos dan fakta seputar bahaya tidur dengan kipas angin di bawah ini.

Fakta Penggunaan Kipas Angin

Tidur dengan kipas angin yang menyala disebut-sebut terkait dengan masalah kesehatan tertentu, seperti:

  1. Alergi dan asma
  2. Tidur dengan kipas angin yang kotor memang bisa menyebabkan kekambuhan asma dan alergi. Debu dan kotoran yang menempel di kipas angin akan berterbangan di dalam ruangan, kemudian terhirup oleh tubuh, sehingga menyebabkan munculnya gejala asma dan alergi. Oleh karena itu, ingatlah untuk rutin membersihkan kipas angin setiap bulan.

  3. Hipertermia
  4. Hipertermia adalah kondisi di mana suhu tubuh sangat tinggi, yaitu di atas 40°C. Pada kondisi ini, mekanisme di dalam tubuh gagal untuk mendinginkan suhu badan.
    Saat berada di lingkungan yang hangat atau sedikit panas, tubuh akan merespons dengan mengeluarkan keringat, sehingga suhu badan tetap normal. Tetapi jika suhu udara sangat panas, mekanisme tubuh tersebut tidak lagi mampu mengimbanginya. Akibatnya, suhu tubuh akan naik dan terjadi hipertermia. Jika tidak segera mendapat pertolongan, hipertermia dapat menyebabkan dehidrasi hingga kematian.

    Ada yang bilang bahwa kipas angin dapat memicu hipertermia. Namun faktanya, tidur dengan kipas angin menyala tidak menyebabkan hipertermia. Menyalakan kipas angin justru menjadi cara yang paling mudah dan murah untuk mendinginkan tubuh ketika cuaca sangat panas.

  5. Hipotermia
  6. Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh kurang dari 35°C. Hal ini terjadi karena tubuh kehilangan panas dengan cepat, namun lambat dalam memproduksi panas. Jika tidak segera ditangani, hipotermia yang umumnya disebabkan oleh cuaca atau udara dingin ini dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga kematian. Di Indonesia yang beriklim tropis dan hangat, risiko seseorang untuk terkena hipotermia sangat kecil, kendati kipas angin digunakan saat tidur malam.

    Sebab, kipas angin tidak bisa mendinginkan suhu udara di ruangan secara drastis. Anggapan terkait bahaya tidur dengan kipas angin belum terbukti secara ilmiah dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Akan tetapi, penggunaan kipas angin memang perlu diperhatikan, terutama dalam hal membersihkannya. Hal ini guna mencegah kipas angin menyebarkan debu dan kotoran yang dapat membuat gejala asma dan alergi kambuh.

Kondisi Apa yang Membuat Tidur Pakai Kipas Angin Berbahaya?

Maiders, untuk kamu yang memiliki alergi dan asma sebaiknya waspada. Pasalnya, kipas angin bisa menyebar partikel-partikel debu dan potensi alergen lainnya yang menimbulkan iritasi.

Selain itu, bisa juga menyebabkan debu dan kotoran yang ada di ruangan menjadi berterbangan dan lebih mudah terhirup oleh saluran pernapasan manusia. Kondisi ini sangat membahayakan bila dialami oleh bayi dan anak-anak, terutama bila yang kondisi kekebalan tubuh mereka belum kuat.

Bila dibiarkan, bisa membuat seseorang lebih mudah mengalami kulit dan mata kering. Lebih parahnya lagi bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan, di antaranya faringitis (penyakit peradangan yang menyerang tenggorokan atau kerongkongan), pneumonia (paru-paru basah), rhinitis (peradangan atau iritasi yang terjadi pada hidung) atau bronkitis (suatu peradangan pada cabang tenggorok).

Bagi orang yang sensitif terhadap udara yang dingin, paparan suhu dingin yang berasal dari hembusan angin dari kipas angin pun bisa membuat kamu merasakan reaksi seperti alergi, ruam kulit, keluhan rasa sesak, mual atau keluhan lainnya.

Maka dari itu, ruangan perlu dijaga kebersihan, agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan. Selain itu, perlu juga mengikuti di bawah ini untuk meminimalisir dampak tidur dengan kipas angin.

Cara Mengatasi Dampak Tidur dengan Kipas Angin

Untuk meminimalkan risiko kambuhnya alergi, kamu perlu secara rutin membersihkan bilah kipas yang sudah berdebu secara rutin. Jangan terlalu mengarahkan kipas angin langsung ke arah tempat tidur atau tubuh agar melindungi diri dari debu dan zat alergen lainnya. Selain itu, perlu juga memasang penyaring udara di kamar tidur.

Berikut ini cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah dampak negatif tidur pakai kipas angin:

  • Pastikan tidur dengan pakaian yang nyaman.
  • Pilih bantal dan posisikan senyaman mungkin.
  • Minum segelas air putih sebelum tidur.
  • Atur kecepatan kipas, sebaiknya jangan terlalu kencang.
  • Atur jarak tidur dengan kipas, jangan terlalu dekat.

Berdasarkan penjelasan di atas, sebenarnya tidur dengan menggunakan kipas angin tidak terlalu membahayakan. Yang terpenting, selama pemakaian kipas angin kamu merasa nyaman dan tidak merasakan keluhan kesehatan itu berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi, bila kamu memiliki alergi, asma, dan kulit kering, sebaiknya lebih berhati-hati dan bisa menerapkan tips di atas.

Itulah penjelasan terkait dampak tidur dengan kipas angin yang perlu kamu ketahui. Bila kamu mengalami keluhan akibat terlalu banyak menggunakan kipas angin, sebaiknya segera tanyakan pada dokter untuk mengecek masalah kesehatan yang kamu alami.

*Sumber: Alodoc