Jakarta (29/10) – Diketahui sejak berlakunya masa darurat virus corona atau Covid-19 di indonesia, pembayaran pajak kendaraan di Samsat seluruh Indonesia saat ini diberikan relaksasi penundaan. Relaksasi penundaan tersebut diketahui berlaku hingga 29 Mei 2020.

Artinya, bagi pemilik kendaraan tak akan dikenakan denda, seperti keterlambatan, selama periode yang diberikan. Pembayaran pajak kendaraan bermotor menjadi kewajiban setiap pemilik kendaraan yang harus dibayarkan setiap tahunnya.

Agar tidak keluar rumah, pembayaran pajak satu tahunan bisa dilakukan secara daring atau online. Caranya, yakni dengan menggunakan aplikasi atau langsung website Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) DKI Jakarta.

Sementara untuk pajak kendaraan yang wajib dibayar setiap 5 tahun, masyarakat tetap diminta untuk datang ke Samsat. Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Martinus Aditya, mengatakan, aturan terkait dengan masalah perpanjangan STNK, ada salah satu persyaratannya hasil pemeriksaan fisik kendaraan bermotor. Sehingga, kendaraan tersebut wajib dihadirkan.

Syarat Bayar Pajak Kendaraan Lima Tahunan

Hal pertama yang perlu disiapkan bagi setiap pemilik kendaraan yang ingin membayar pajak kendaraan lima tahunan adalah kumpulkan syarat-syarat yang diperlukan, di antaranya:

  1. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) asli dan fotokopi
  2. KTP asli dan fotokopi pemilik kendaraan sesuai dengan data yang ada di kantor samsat
  3. BPKB asli dan fotokopi
  4. Surat kuasa jika memberi kuasa kepada pihak lain untuk melakukan pengurusan dan fotokopi KTP pemberi kuasa
  5. Bawa kendaraan
  6. Hasil cek fisik kendaraan

Cara Bayar Pajak Kendaraan Lima Tahunan di Samsat

Agar pembayaran pajak kendaraan lima tahunan Anda berjalan aman dan lancar, sebaiknya simak tahapan-tahapannya berikut ini yang telah Cermati.com rangkum dari berbagai sumber.

  1. Kunjungi Kantor Samsat
  2. Berhubung mambayar pajak lima tahunan ini harus dengan pemeriksaan fisik kendaraan oleh petugas khusus, maka pemilik kendaraan wajib mengurus pembayaran pajaknya di kantor samsat induk langsung yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Daftar samsat di Jakarta:

    • Samsat Kecamatan Pulogadung di Jalan Raya Bekasi KM 18 Pulo Gadung Jakarta TImur 13250
    • Samsat Kecamatan Pasar Minggu di Jalan Raya Ragunan Jati Padang Jakarta Selatan 12540
    • Samsat Kecamatan Kebon Jeruk di Jalan Lapangan Bola No. 2 Kebon Jeruk Jakarta Barat 11530
    • Samsat Kecamatan Penjaingan di Jalan Pluit Raya nomor 5 Penjaringan Jakarta Utara 14440
    • Samsat Kecamatan Kemayoran di Jalan Serdang III nomor 1 Kemayoran Jakarta Pusat 10650

    Jam Operasional Samsat Induk Selama PSBB:

    • Buka setiap hari Senin – Jumat
    • Jam: mulai 08.00WIB – 14.00 WIB

  3. Pemeriksaan Fisik Kendaraan
  4. Setelah sampai di kantor samsat induk, Anda tidak perlu parkir kendaraan. Anda bisa langsung mendatangi area pemeriksaan fisik kendaraan. Jika tidak tahu lokasinya, jangan sungkan untuk menanyakan kepada petugas. Cek fisik kendaraan ini dilakukan oleh petugas dengan waktu yang tidak lama. Pengecekan mulai dari memastikan kesesuaian nomor rangka dan mesin kendaraan dengan surat-surat kendaraan, seperti yang terdata di STNK dan BPKB.

  5. Pemilik Kendaraan Melakukan Administrasi
  6. Setelah pengecekan fisik selesai, pemilik kendaraan akan diarahkan petugas untuk melakukan administrasi di loket. Adapun prosedur yang harus dijalani, antara lain:

    • Menerima hasil cek fisik kendaraan bermotor yang diberikan petugas setelah pemeriksaan fisik kendaraan selesai. Dalam kertas tersebut ada data yang harus diisi pemilik kendaraan, seperti identitas pemilik dan identitas kendaraan.
    • Jika dokumen tersebut sudah terisi, selanjutnya Anda perlu melakukan legalisasi di loket cek fisik. Jangan lupa untuk menyertakan salinan BPKB, KTP, dan STNK serta dokumen aslinya. Untuk KTP dan STNK asli akan dikumpulkan menjadi satu bersama berkas lain, sedangkan BPKB akan dikembalikan ke pemilik.
    • Berkas-berkas yang telah dilegalisasi akan didaftarkan ke pos loket progresif.
    • Berkas-berkas yang tadi akan dimasukan kembali ke loket perpanjangan STNK 5 tahunan. Pada tahap ini berkas-berkas tersebut akan diserahkan ke petugas dan akan mendapatkan nomor antrian untuk melakukan pembayaran.

  7. Biaya Ganti Plat Nomor atau TNKB
  8. Adapun biaya yang perlu disiapkan pemilik kendaraan, yaitu:

    Biaya penerbitan STNK

    1. Kendaraan roda 2 atau roda 3:
      • Baru = Rp100 ribu per penerbitan
      • Perpanjangan = Rp100 ribu per penerbitan per 5 tahun.

    2. Kendaraan roda 4 atau lebih:
      • Baru = Rp200 ribu per penerbitan
      • Perpanjangan = Rp200 ribu per penerbitan per 5 tahun.

    3. Biaya pengesahan STNK:
      • Kendaraan roda 2 atau roda 3 = Rp25 ribu per pengesahan per tahun
      • Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih = Rp50 ribu per pengesahan per tahun.

    4. Terapkan Protokol Kesehatan
    5. Jangan abaikan kesehatan di tengah pandemi corona seperti sekarang ini, sebab virus corona sangat cepat menyebar dan menular lewat udara. Untuk itu, ketika berkunjung ke samsat jangan lupa terapkan protokol kesehatan 3M, yaitu:

      • Menggunakan masker bedah 3 ply atau 2 ply atau masker bahan dengan kualitas terbaik
      • Menjaga jarak antar orang lain, minilam 2 meter
      • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer secara berkala

Pajak Kendaraan Mati, Data Kepemilikan Bisa Diblokir

Jadilah pemilik kendaraan yang bertanggung jawab dengan membayar pajak kendaraan dan memperpanjan STNK. Jika kendaraan mobil atau motor dengan pajak mati maka akan kena tilang. Bukan hanya itu saja, pajak kendaraan yang mati selama dua tahun berturut-turut setelah masa berlaku STNK habis, maka datanya akan diblokir.

Keringanan Pembayaran Denda Maupun Biaya Pajak Kendaraan

Pemerintah resmi mengumumkan bahwa akan membebaskan denda pajak kendaraan sampai dengan 23 Desember 2020. Dikutip dari Instagram miliki @polantasindonesia, menginformasikan bahwa mulai 1 Agustus hingga 23 Desember 2020 akan program bebas denda PKB kembali berlaku.

Program ini sendiri berlaku untuk Wilayah Hukum Polda Jabar dan Wilayah Hukum Polda Metro Jaya. Program ini sendiri juga akan memberikan diskon pajak kendaraan serta diskon lainnya seperti Program Triple Untung+.

Namun, untuk menikmati promo tersebut diperlukan beberapa syarat yang harus dilengkapi:

  1. STNK asli
  2. E-KTP asli
  3. SKKP/SKPD terakhir
  4. BPKB asli (khusus wilayah Polda Metro Jaya)

Selain itu, untuk pajak 5 tahunan juga ada beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan diantaranya seperti:

  1. Kendaraan dihadirkan di Samsat sesuai domisili kendaraan
  2. Bukti hasil cek fisik
  3. BPKB asli

Polda Metro Jaya yang dimaksud ini meliputi 3 wilayah administratif yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Jadi untuk kamu yang berdomisili di 3 wilayah tersebut tentu akan sangat membantu kamu terkait perpanjangan pajak kendaraan.

*Sumber: Cermati | Maimaid Team