Jakarta (4/6) – Bayi yang baru lahir butuh waktu lama untuk mengetahui perbedaan antara siang dan malam, sehingga orangtua harus jeli dalam mencari cara menidurkan bayi. Ketika bayi sulit tidur, orangtua bisa kewalahan dan merasa stres karena tidak mendapat cukup waktu untuk tidur.

Meskipun bayi yang baru lahir tidur 16 sampai 17 jam sehari, namun mereka akan terbangun dua sampai empat jam untuk setiap tidur siang atau malamnya, ini berlangsung selama beberapa minggu pertama sejak kelahiran. Ketika bayi berusia 6 sampai 8 minggu, mereka mulai tidur untuk waktu yang lebih singkat di siang hari dan waktu yang lebih lama di malam hari.

Nah untuk mengatasi masalah pola tidur kecil Si Kecil yang sering terbangun pada malam hari, ada beberapa cara yang bisa diterapkan ibu untuk menidurkan Si Kecil dengan nyenyak. Yuk, simak 4 cara berikut ini:

  1. Ferberizing
  2. Cara menidurkan bayi yang pertama adalah ferberizing, yakni dengan membiarkan Si Kecil menangis hingga ia tertidur. Kuncinya adalah dengan selalu mengikuti jadwal tidur yang sudah ditentukan. Saat Si Kecil menangis, secara bertahap perpanjang waktu menangisnya sebelum ibu menangkannya secara verbal.

    Langkah-langkah melakukan Ferberizing:

    • Lakukan rutinitas di malam hari yang sifatnya menenangkan Si Kecil, tetapi juga sebagai pertanda waktunya tidur, seperti, membersihkan tubuh, atau membacakan dongeng.
    • Setiap malam di jam yang sama, letakkan Si Kecil pada boks tidurnya. Entah ia mengantuk atau tidak, segera tinggalkan Si Kecil setelah meletakkannya di boks.
    • Saat Si Kecil menangis, tunggu sejenak sebelum menghampirinya. Pada malam pertama, biarkan Si Kecil menangis selama 5 menit lalu hampiri dan tenangkan Si Kecil dengan suara ibu tanpa menggendongnya. Temani 2-3 menit hingga Si Kecil tenang. Pada malam berikutnya, jika ia menangis tambahkan durasi menjadi 10 menit sebelum menengok dan menenangkan saat Si Kecil menangis. Tambahkan durasi waktunya setiap hari hingga akhirnya ibu tidak perlu โ€œmengintipโ€ Si Kecil lagi.
    • Saat melakukan ferberizing ini, pastikan bayi dalam kondisi baik, seperti popok kering, baju dan selimut nyaman, serta boks juga aman. Waspadai juga kemungkinan Si Kecil menangis karena sesuatu yang berbahaya, misalnya tersedak atau terbentur. Jadi, perhatikan dan kenali tangisan Si Kecil, ya.

  3. Self-Soothing
  4. Cara menidurkan bayi dengan cara self-soothing adalah membiarkan bayi tidur atau tertidur dengan sendirinya. Untuk melakukannya, jadwal tidur Si Kecil harus pada jam yang sama setiap malam. Ibu juga harus menenangkan Si Kecil secara kata-kata maupun sentuhan fisik.

    Langkah-langkah melakukan self-soothing:

    • Lakukan rutinitas sebelum tidur di jam yang sama setiap malam. Anda dapat melakukan ritual menidurkan Si Kecil selama 20 menit, mulai dengan mandi air hangat, membacakan dongeng, memutarkan lagu yang lembut, dan meredupkan lampu.
    • Saat Si Kecil terlihat mengantuk segera letakkan di boks tidur lalu tinggalkan agar ia tidur sendiri. Sesekali, ibu bisa melihat dan menungguinya, lalu menenangkan dengan suara apabila Si Kecil menangis. Namun sebaiknya, tidak menggendong untuk menenangkannya.

  5. Long Goodbye
  6. Cara menidurkan bayi dengan long goodbye adalah dengan secara bertahap menjauhkan diri dari Si Kecil saat tiba waktunya tidur. Cara ini dilakukan untuk membuat bayi tidak tergantung dengan kehadiran ibu.

    Langkah-langkah melakukan long goodbye:

    • Saat bayi sudah terlihat mengantuk, tetapi matanya masih belum terpejam, letakkan ia di boksnya lalu duduk di sampingnya.
    • Saat ia mulai rewel, perlahan-lahan tepuk punggung atau kepalanya dan tenangkan ia dengan kata-kata. Saat ia mulai terlelap tinggalkan Si Kecil. Lalu, apabila ia terbangun pada tengah malam, ulangi langkah-langkah untuk menenangkannya.

  7. No Cry
  8. Cara menidurkan bayi ini bisa dibilang yang paling umum dilakukan ibu, yakni selalu berada di dekat Si Kecil kapan pun ia membutuhkan kehadiran ibu. Namun, sedikit demi sedikit mengurangi waktu bersama Si Kecil.

    Langkah-langkah melakukan no cry:

    • Selalu menidurkan bayi di jam yang sama setiap hari lalu tenangkan Si Kecil untuk tidur.
    • Jaga posisi bayi dekat dengan Anda sepanjang malam. Apabila ia terbangun, perhatikan apakah ia dapat langsung tidur lagi atau Anda butuh untuk menenangkannya agar tidur kembali.
    • Pastikan untuk tidak membiarkan si kecil meminum ASI dari ibu saat ia mengantuk, tetapi belum terlelap. Kebiasaan ini menurut penulis buku The No-Cry Sleep Solution, Elizabeth Pantley dapat membuat Si Kecil berharap ia bisa menyusui saat terbangun, sehingga justru merepotkan ibu.

Jika bayi terbangun saat tidur siang atau tengah malam, jangan serta merta bangkit dan mengeceknya. Pantau bayi dari kejauhan untuk memastikan kondisinya, biasanya bayi akan perlahan-lahan tertidur kembali. Namun juga jangan menunggu sampai bayi menangis meraung-raung sebelum didekati. Antisipasi dan pelajari kebiasaan tidur bayi untuk mencari pendekatan yang tepat.

Berbicara mengenai buah hati, untuk Maiders yang sedang mencari babysitter atau pengasuh anak, Maiders bisa pesan sekarang melalui website www.maimaid.id atau hubungi hotline 021 22058667. Maimaid adalah platform layanan pekerja rumah tangga, seperti Asisten Rumah Tangga(ART), Babysitter, Supir Pribadi dan Butler.

Semoga informasi ini bermanfaat ya Maiders ๐Ÿ™‚

*Sumber: halodoc