Jakarta (9/1) – Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia. Namun diantara banyaknya jenis makanan, ada beberapa jenis yang sulit dicerna oleh tubuh kita. Meskipun rasanya lezat, beberapa jenis makanan ini justru kurang baik bagi pencernaan.

Maiders, pernahkah Anda mengonsumsi makanan sehat, tapi justru menemukan bahwa Anda terbangun dengan perut buncit dalam semalam? Meskipun Anda bisa tenang bahwa ini bukan karena penambahan berat badan, melainkan perut kembung.

Namun, itu cukup dapat membuat Anda memulai hari dengan buruk ketika merasa lesu, berat dan tidak nyaman. Penyebabnya beragam, salah satunya yakni ada beberapa makanan sehat yang ternyata sulit dicerna.

Berikut 8 makanan sehat yang sulit dicerna dan menyebabkan kembung tidak nyaman, sebagaimana dilansir AsiaOne.

  1. Bawang putih dan bawang bombay
  2. Kedua bahan populer dalam masakan, bawang putih dan bawang bombay mengandung serat yang dikenal sebagai fruktan yang tidak dapat dicerna oleh usus kecil Anda. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi gas di tubuh Anda yang menyebabkan kembung yang serius.

  3. Jagung
  4. Lapisan luar setiap kernel jagung mengandung selulosa dalam jumlah tinggi, yakni serat yang tidak dapat diuraikan oleh perut manusia. Makan terlalu banyak jagung bisa menyebabkan Anda merasa kembung.

  5. Kacang-kacangan
  6. Makan kacang-kacangan karena sering direkomendasikan sebagai camilan sehat mungkin bukan ide yang baik. Meskipun menjadi sumber protein dan serat yang baik, kacang-kacangan juga mengandung asam fitat, yang memperlambat penyerapan mineral alami tubuh Anda seperti zat besi dan seng.

    Ini mungkin membuat Anda merasa kembung, kembung, atau sembelit. Di samping itu, kacang dikenal padat kalori, jadi sebaiknya batasi asupan Anda hingga segenggam ‘kecil’.

  7. Sayuran mentah
  8. Sayuran kucifer seperti brokoli dan kembang kol kaya vitamin dan serat. Namun, tubuh Anda tidak mengandung enzim yang dibutuhkan untuk memecah rafinosa, gula kompleks yang ditemukan dalam sayuran tersebut.

    Mereka akan difermentasi oleh bakteri di usus Anda untuk menghasilkan gas yang dapat menyebabkan Anda merasa kembung dan tidak nyaman.

  9. Kacang polong
  10. Kacang kaya akan protein, mineral dan vitamin. Namun, mereka juga mengandung molekul gula besar yang dikenal sebagai oligosakarida yang tidak dapat dipecah atau dicerna di usus kecil. Gula yang tidak tercerna akan diangkut ke usus besar di mana ia mengalami fermentasi untuk menghasilkan gas.

  11. Jamur
  12. Jamur mengandung molekul gula besar raffinose dan serat fruktan, keduanya merupakan pemicu potensial terjadinya gas. Jumlah kecil mungkin tidak akan banyak mengganggu, tetapi makanan yang mengandung porsi besar jamur seperti sup jamur atau risotto, bisa menjadi penyebab di balik perut kembung dan kembung yang berlebihan.

  13. Apel
  14. Apel sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang melimpah seperti peningkatan kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol. Namun, kulit apel mengandung serat tidak larut yang sulit diurai oleh tubuh Anda. Apel juga mengandung fruktosa yang akan berfermentasi di usus besar untuk menghasilkan gas.

  15. Gandum
  16. Ditemukan dalam roti dan pasta, gandum sangat diperlukan dalam banyak makanan kita. Namun, gandum mengandung karbohidrat rantai pendek serta gula alkohol, senyawa organik yang berasal dari gula, yang mendorong produksi gas dalam tubuh Anda, Maiders.

    Anda bisa mengurangi gandum dengan menggunakan quinoa sebagai pengganti pasta dari biji-bijian dan zucchini.

Nah, Maiders pelu Anda ingat, mengunyah makanan cepat-cepat jadi salah satu penyebab saur jadi lebih sulit dicerna. Apalagi jika sayuran Anda makan masih mentah. Salah satu penyebabnya adalah serat tidak larut yang terkandung pada sayur yang Anda makan.

Tidak seperti lemak atau protein, serat melewati saluran pencernaan secara utuh dan sampai ke usus besar. Di organ ini, serat ini tidak secara menyeluruh dihancurkan oleh bakteri sehingga jadi lebih sulit dicerna.

Itulah sebabnya, Anda diharuskan makan sayuran dan makanan lain dengan tenang, Maiders. Dengan begini, konsentrasi Anda akan fokus pada tekstur makanan saat dikunyah di mulut.

Semoga bermanfaat ya.. 🙂

*Sumber: Asiaone