Jakarta (11/9) – Langit Agustus lalu dihujani oleh meteor dalam skala besar yang hanya terjadi setahun sekali. Masih berlanjut, di bulan September 2020 ini, planet-planet tetangga akan menjadi sorotan utamanya. Mereka siap menghiasi langit di kala senja, malam, hingga dini hari.

Berikut rangkuman peristiwa langit terbaik yang akan terjadi sepanjang September 2020:

  • Meteor Aurigid ( 1 September )
  • Melansir Observatorium Bosscha ITB, 1 September merupakan salah satu hari yang tepat mengamati hujan meteor Aurigid di rasi Auriga. Meski telah mencapai puncaknya pada 31 Agustus, hujan meteor berlangsung mulai 28 Agustus sampai 5 September.

    Hujan meteor itu dapat diamati dengan mata telanjang maupun binokuler. Tidak disarankan menggunakan teleskop karena akan membuat medan pandang terlalu kecil. Jam pengamatan sekitar pukul 01.30 sampai matahari terbit. Diperkirakan dapat diamati 3 meteor per jam saat puncak hujan meteor tersebut.

  • Bulan purnama (2 September)
  • Bulan purnama merupakan fase Bulan yang terlihat 100 persen dari muka Bumi. Bulan mengelilingi Bumi setiap 4 minggu sekali (29.5 hari), menyebabkan bagian yang tersinari tampak berubah-ubah. Ketika Bulan berada pada jarak terdekatnya, bulan akan terlihat sedikit lebih besar dari biasanya. Bulan akan terbit pada pukul 18.09 WIB, mencapai puncak pada pukul 00.31 WIB, dan terbenam pada pukul 05.42 WIB pada hari berikutnya. Pengamatan Bulan purnama dapat langsung menggunakan mata telanjang, binokular, maupun teleskop kecil.

  • Puncak hujan meteor Epsilon-Perseid (9 September)
  • Hujan meteor Epsilon-Perseid yang juga berasal dari debu komet Swift-Tuttle akan terjadi pada 5-21 September, dengan puncak pada 9 September. Hujan meteor adalah sisa-sisa partikel yang ditinggalkan komet saat mengorbit Matahari. Bumi berevolusi mengelilingi Matahari dan suatu saat melintasi lintasan komet. Partikel sisa komet yang jatuh ke medan gravitasi Bumi akan masuk ke atmosfer Bumi dan bergesekan dengan atmosfer sehingga tampak sebagai hujan meteor.

    Di Bandung, hujan meteor ini akan dapat diamati pada pukul 22.05 WIB hingga pukul 05.25 WIB pada pagi hari pada rasi Perseus. Waktu terbaik melakukan pengamatan adalah sekitar pukul 04.00 WIB, ketika radiant (sumber hujan meteor) berada pada posisi tertingginya di langit. Fenomena ini dapat diamati cukup dengan mata telanjang saja.

  • Bulan kuartir akhir (10 September)
  • Kuartir akhir adalah fase Bulan saat sudut Matahari-Bumi-Bulan sekitar 90 derajat. Bulan akan terbit pada pukul 23.24 WIB dan terbenam pada pukul 11.08 WIB.

  • Ekuinoks September (14 September)
  • Berikut rangkuman peristiwa langit terbaik yang akan terjadi sepanjang September 2020:

    Equinox merupakan fenomena ketika siang dan malam sama lamanya. Equinox terjadi dua kali, bulan Maret disebut Vernal Equinox dan September disebut Autumnal Equinox. Equinox adalah istilah dari bahasa Latin, aequus yang artinya sama dan nox yang artinya malam.

  • Komet 88P/Howell melintas pada ( 17 September 2020 )
  • Bersamaan dengan masuknya fase Bulan baru, Bumi kedatangan tamu yang cukup langka. Komet 88P/Howell diperkirakan akan melintas dan tampak sangat terang pada 17 September 2020. Dilansir Space Tourism Guide, komet tersebut berada di jarak 1,37 AU (1 astronomical unit = 150 juta kilometer) dengan Bumi. Ini membuatnya tampak jelas dalam jarak pandang kita.

    Kabar baiknya lagi, tempat terbaik untuk menyaksikan komet ini adalah di area sekitar ekuator, tepat di mana kita berdiri saat ini. Namun untuk pengamatan yang lebih jelas, kamu harus menggunakan teleskop, ya!

  • Formasi segitiga Bulan, Merkurius, dan Spica pada ( 19 September 2020 )
  • Dua hari setelah melintasnya komet 88P/Howell, langit akan menyuguhkan peristiwa yang tak kalah menarik untuk disaksikan. Pada 19 September 2020, kamu dapat melihat formasi segitiga yang dibentuk oleh Bulan, Merkurius, dan Spica, bintang paling terang dari konstelasi Virgo.

    Kunci untuk mencari peristiwa ini adalah kamu harus menemukan Bulan yang saat itu berbentuk sabit. Di arah barat dayanya, kamu bisa menemukan Spica dan Merkurius. Spica tampak seperti bintang raksasa yang berwarna biru, sedangkan Merkurius berwarna kekuningan. Formasi ini dapat disaksikan sekitar pukul 19.00 waktu setempatmu, ya.

  • Bulan, Jupiter, dan Saturnus bertemu di ( 25 September 2020)
  • Formasi segitiga berikutnya dapat kita saksikan pada 25 September 2020. Di saat itu, Bulan akan bertemu dengan dua planet terbesar di tata surya, yakni Jupiter dan Saturnus. Walaupun begitu, jangan bayangkan keduanya tampak besar dari Bumi, ya. Disandingkan dengan Bulan yang jaraknya lebih dekat, Jupiter dan Saturnus tampak cukup kecil. Mereka akan terlihat seperti bintang yang terang tanpa kelap-kelip dari sudut pandang kita. Kamu bisa mulai menyaksikan peristiwa ini pada 18.30 waktu daerahmu. Pertemuan ketiga benda langit tersebut akan berlangsung tepat di atas kepala hingga tengah malam.

  • Waktu terbaik melihat Merkurius pada ( 30 September 2020 )
  • Ditutup dengan indah, bulan ini diakhiri oleh Merkurius yang tampak sangat terang dari Bumi. Pada 30 September 2020, planet tersebut akan berada sejauh 23 derajat dari Matahari. Ini membuatnya tampak bersinar terang. Waktu terbaik untuk menyaksikan Merkurius adalah setelah Matahari terbenam.

Maiders, Kamu hanya perlu mencatat tanggal untuk melihat langit bagian barat, di sana planet tersebut tampak seperti titik berwarna kuning terang. Cocok banget untuk menemani waktu senjamu.

*Sumber: cnnindonesia