Jakarta (11/8) – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Sabtu (8/8) pukul 01.58 WIB kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.460 meter di atas permukaan laut. Erupsi kali ini merupakan yang pertama di masa pandemi COVID-19 sejak 9 Juni 2019 dengan melontarkan abu vulkanik kurang lebih 7.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 9.460 meter di atas permukaan laut.

Sinabung Kembali Erupsi Tinggi Kolom Abu Mencapai 2.000 m di Atas Permukaan Laut

Keterangan ini disampaikan oleh Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung Badan Geologi dan PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung dalam rilis datanya yang menyatakan kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur. Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali erupsi menyemburkan abu vulkanik pada Senin sekira pukul 10.16 WIB.

Erupsi tersebut mencapai ketinggian kolom abu kurang lebih 5.000 meter di atas puncak atau 7.460 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.

Saat ini Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari Puncak Gunung Sinabung.

Kemudian radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur.Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi lebih kurang 1 jam 44 detik.

Empat kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terkena dampak erupsi Gunung Sinabung yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter. Wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung yakni Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Berastagi, Kecamatan Simpang 4 dan Kecamatan Merdeka.

Sekitar jam 13.30 WIB, senin (10/8), Kota Tebing Tinggi mulai ditutupi debu vulkanik Gunung Sinabung yang erupsi sekitar pukul 10.16 WIB di Kabupaten Karo. Akibat tebalnya debu vulkanik tersebut para pengendera mobil dan sepeda motor di sepanjang jalan-jalan Kota Tebing Tinggi lebih berhati-hati karena jarak pandang terbatas.

Selain jarak pandang yang terbatas para pengendera juga harus menggunakan masker. Salah seorang pengendera sepeda motor, Angga, mengatakan, debu memasuki Kota Tebing Tinggi sekitar Pukul 13.30 WIB.

“Tadi saya sedang di dalam rumah makan belum apa-apa, tetapi begitu keluar sepeda motor udah penuh debu” katanya.

Sementara akibat debu vulkanik tersebut kenderaan yang diparkir dipelataran parkir terbuka, seperti di Pemkot Tebing Tinggi dan perkantoran penuh ditutupi debu dengan ketebalan 1 sampai 2 mm.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Selain itu, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

*Sumber: Antaranews/Nusantara/Sumatera