Jakarta (29/06) – Brompton merilis sepeda lipat dengan warna-warna trendi pada tahun ini. Harga sepeda lipat Brompton edisi terbaru mulai Rp 18 juta per unit. Perusahaan sepeda premium asal London, Inggris, ini meluncurkan sepeda lipat dengan kelir baru pada tahun 2020.

Ini tentu jadi kabar baik untuk penggemar setia Brompton. Mengutip laman www. brompton.com, Brompton memilih empat warna untuk edisi 2020. Keempat warna itu yakni signal orange, graphite metallic, house red, dan bolt blue lacquer.

Semua warna tersebut merupakan kelir favorit komunitas Brompton. Sebelumnya, perusahaan ini melakukan jajak pendapat dengan komunitas Brompton untuk menentukan warna sepeda edisi terbaru itu. Anda ingin memiliki Brompton edisi 2020?

Berikut harga sepeda lipat Brompton keluaran terbaru, di mana harga ini adalah penjualan di London serta melalui website:

  • M6L House Red- 6 speed: Rp 20,6 juta
  • M6L House Red Battery Lighting: Rp 22,4 juta
  • E-Bike M2L Bolt Blue Lacquer
  • 2 speed: Rp 50,02 juta
  • E-Bike H2L Bolt Blue Lacquer
  • Telescopic Seatpost: Rp 50,8 juta
  • E-Bike H6L Bolt Blue Lacquer
  • Telescopoc Seatpost: Rp 52,9 juta
  • H2L Graphite Metallic- Battery Lighting: Rp 21,8 juta
  • H6L Graphite Metellic- Battery Lighting: Rp 23,07 juta
  • M2L Graphite Metallic- 2 speed: Rp 19,6 juta
  • M2L House Red- Battery Lighting: Rp 19,6 juta
  • S6L House Red Battery Lighting: Rp 21,9 juta
  • S3L House Red- 3 speed: Rp 19,1 juta
  • E-bike M6L Bolt Blue Lacquer- 6 speed: Rp 52,1 juta
  • H2L House Red- 2 speed: Rp 18,2 juta
  • E-Bike M2L Bolt Blue Lacquer- 2 speed: Rp 50,02 juta

Namun, harganya yang selangit membuat sepeda buatan Inggris itu tak banyak dimiliki masyarakat Indonesia. Tapi tak perlu khawatir. Sebab saat ini sudah ada sepeda serupa yang kualitasnya tak kalah bagus.

Kreuz. Itulah nama sepeda buatan anak muda Bandung. Sekilas, sepeda ini sama seperti Brompton. Harga sepeda inipun cukup terjangkau hingga masyarakat tak perlu merogoh kocek dalam hingga puluhan juta rupiah.

“Untuk framenya saja kita jual Rp 3,5 juta. Tapi kalau mau sampai jadi sepeda, kisaran Rp 8-10 juta,” ucap Yudi Yudiantara salah seorang owner dari Kreuz saat ditemui di workshopnya, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Minggu (28/6/2020).

Yudi bercerita awal mula mencetuskan ide untuk membuat sepeda lipat. Menurut Yudi, awalnya dia justru hanya membuat pannier atau tas sepeda.

“Lalu kita ikut even sepeda lipat tahun 2019. Banyak yang pakai sepeda Brompton. Saat itu, display produk kita pakai itu (sepeda Brompton),” kata Yudi.

Display produk tas dengan sepeda Brompton itu dirasa cocok. Yudi lantas terpikir ide untuk membuat sepeda serupa. Dia pun lantas mengajak teman-temannya untuk sama-sama membuat sepeda tersebut.

Hingga akhirnya pada Desember 2019, Yudi mulai membuat prototype sepeda Brompton tersebut. Sebulan lebih proses produksi, akhir Januari, prototype itupun selesai.

“Kita lalu dapat pinjaman Brompton, kita lihat detailnya sepertj apa. Begitu Februari, kita test ride ke Jawa ke Surabaya higga Solo,” kata dia.

Yudi pun menunjukkan sepeda itu ke komunitas sepeda di Solo. Bahkan, dia seperti memperesentasikan hasil karyanya itu. Yudi tak menyangka, hal itu justru mengundang animo komunitas sepeda akan karyanya.

Nama Kreuz sendiri memiliki berbagai arti. Secara harfiah, Kreuz merupakan bahasa Jerman yang artinya melintas. Yudi menjelaskan mengenai nama itu. Menurutnya, pembuat sepeda Kreuz masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

“Saya di industri kreatif, temen saya di konveksi. Jadi melintas zona nyaman lah,” ujarnya. “Atau Kreuz bisa diartikan Bahasa Sunda ‘Kareeus’ yang artinya kebanggaan atau bisa ‘Kreuz’ itu kreasi orang Sunda,” kata Yudi menambahkan.

*Sumber: brompton.com