Jakarta (29/10) – Langgengnya rumah tangga ternyata tidak hanya didasari rasa cinta semata. Dibutuhkan komunikasi terbuka antar masing-masing pasangan agar tidak ada rahasia atau masalah yang mungkin dihadapi salah satu orang bisa dicarikan solusinya bersama. Jadi, tidak ada pihak yang merasa bahwa dirinya berjuang sendiri dalam mempertahankan rumah tangganya.

Namun, sering kali terlupa, kalau komunikasi terbuka tidak sebatas pada itu saja, tetapi juga pada saat melakukan hubungan intim. Banyak pasangan beranggapan bahwa kepuasaan bercinta hanya bisa diperoleh hanya dengan berganti-ganti posisi atau gaya agar bisa tercipta orgasme. Padahal, ada hal yang paling penting agar pasangan sama-sama merasa puas, yaitu komunikasi.

Faktanya, komunikasi adalah kunci bagi lancarnya hubungan pada setiap pasangan. Komunikasi nggak hanya membuatmu mengenalnya lebih dekat. Lebih dari itu, komunikasi yang baik dapat meningkatkan keintiman, kedekatan, kualitas hubungan, hingga kepuasan dalam hubungan seks. Tahukah mengapa?

  1. Komunikasi dapat membuat merasa dicintai sepenuhnya
  2. Ketika kamu dan pasangan menjalin komunikasi yang terbuka, kalian tidak ragu untuk saling mengekspresikan perasaan masing-masing. Dengan komunikasi yang saling terbuka, kamu dan pasangan bisa saling menerima dan menghargai kekurangan yang ada dalam diri. Kamu dan pasangan juga dapat terbuka soal masalah fisik, gangguan, atau masalah medis lainnya yang dapat memengaruhi aktivitas seksual. Di samping itu kamu dan pasangan juga dapat berdiskusi tentang minat dan kebutuhan satu sama lain. Dengan begitu hubungan seks dapat terasa lebih memuaskan.

  3. Komunikasi membantu hubunganmu berkembang
  4. Komunikasi mampu memicu pasangan memiliki hubungan yang tidak membosankan. Hubungan yang terus berubah dan tumbuh membuat pasangan tetap hidup. Baik itu terkait masalah seksual ataupun nonseksual. Saat hubungan dengan pasangan sudah tidak lagi berkembang, yang ada hanyalah rasa bosan. Bahkan bisa jadi keberadaan pasangan sudah tidak lagi memenuhi kepuasan emosional. Pasangan tak lagi mampu menghidupkan gairah seksual dan seks bukan lagi menjadi hal yang menyenangkan.

  5. Komunikasi meningkatkan kesehatan mental
  6. Jika pasangan tidak mampu mengelola komunikasi dengan baik, keintiman hubungan mereka pun akan menurun. Padahal keintiman bersama pasangan adalah hal yang sangat penting. Lebih dari itu, keintiman bersama pasangan sudah menjadi kebutuhan psikologis dalam dirimu. Untuk itu, komunikasi sangat penting dalam menjaga kesehatan mental dari kamu dan pasangan. Runtuhnya komunikasi dengan pasangan dapat menyebabkan rasa khawatir, kecemasan, hingga depresi.

  7. Sebegai pencegahan masuknya orang ketiga
  8. Dalam banyak kasus perselingkuhan pada pasangan disebabkan oleh keraguan untuk berbicara dengan pasangan tentang hal-hal yang ksmu sukai. Sama seperti segala jenis ketulusan, tingkat keterbukaan yang baru bukan hanya tangga menuju surga yang bisa didaki pasangan, namun juga merupakan dasar hubungan. Jika kamutidak bertanya dan jika kamu tidak berbicara maka bagaimana Maiders tahu apa yang sebenarnya disukai pasangan kamu dalam seks? Dan jika seks selalu dimasak dan disajikan hanya untuk selera kamu, akhirnya mungkin berakhir yang menganggap hidangannya lezat adalah kamu, Maiders. Bukan pasangan kamu. Sementara pasangan harus mencari “kesenangan” ini di tempat lain.

Kebanyakan orang memandang bahwa komunikasi hanya berupa keterampilan umum yang dapat digunakan disemua area kehidupan sampai akhirnya pasangan menyadari ketika kehidupan seksualnya menurun. Bisa jadi kamu dan pasangan selama ini sama-sama menyimpan keinginan dalam hati, namun enggan atau malu membicarakannya. Mulai sekarang, cobalah lebih sering saling menyuarakan isi hati. Cara ini akan membuat kamu berdua saling memahami.

*Sumber: Maimaid Team