Jakarta (20/4) – Setiap libur Lebaran tiba, Indonesia melakukan tradisi unik berupa mudik. Jutaan orang berbondong-nodong pulang kampung dari kota perantauan demi bisa kumpul bersama keluarga di momen hari raya Idul Fitri. Tradisi mudik ini terbilang unik, karena momen ini menjadi ajang silaturahmi terbesar di Indonesia. Tetapi, keunikan itu hilang begitu saja, disebabkan adanya pandemi COVID-19 yang menyerang diseluruh dunia, termasuk wilayah Indonesia.

Mudik dilarang pada kesempatan Ramadan tahun ini mengingat adanya pandemi Corona Covid-19. Tentunya ada maksud mengapa mudik dilarang. Hal tersebut agar penyebaran dari virus Corona Covid-19 di Indonesia tidak semakin meluas. Dengan dilarangnya mudik, maka interaksi antar manusia yang dikhawatirkan membawa virus Corona Covid-19 tersebut dapat ditekan. Dan karena mudik dilarang, maka dengan terpaksa kita harus menunda untuk bertemu dengan keluarga dan sanak saudara.

Di Indonesia, mudik memang identik dengan pulang kampung. Mudik sendiri menjadi sebuah momen istimewa, mengingat momen ini merupakan pelepas rindu para perantau dengan keluarga di kampung halaman. Tahun-tahun sebelumnya sebelum mudik dilarang, banyak hal unik yang biasanya dapat dilihat saat di perjalanan.

Hal unik tersebut seakan sudah menjadi tradisi yang melekat dengan para pemudik. Momen mudik tersebut juga menjadi sebuah ladang rezeki bagi banyak orang. Namun apa daya, tahun ini dengan terpaksa mudik dilarang demi kebaikan bersama.

  1. Rest area penuh
  2. Baik jika Anda melewati jalur tol atau jalur utama biasa, pasti akan tersedia banyak sekali rest area yang disediakan, baik dari pemerintah maupun dari swasta. Rest area tersebut memang merupakan salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh pemudik. Tentu dengan perjalanan berjam-jam pasti tubuh akan terasa lelah dan butuh sekali untuk beristirahat. Biasanya di rest area juga menyediakan berbagai fasilitas, seperti pijat refleksi hingga penjaja makanan yang beragam. Itulah mengapa rest area akan selalu penuh oleh para pemudik.

  3. Barang bawaan dibungkus kardus
  4. Hal yang paling lazim terlihat dan mungkin Anda pun juga melakukannya, yaitu dengan membungkus barang bawaan selama mudik dengan kardus. Yang semakin membuat unik adalah karena kardus yang digunakan umumnya merupakan kardus bekas mi instan atau air mineral. Bahkan tidak jarang pemudik yang membawa kardus lebih dari satu atau dua buah.

    Setelah dibungkus dengan kardus, biasanya kardus tersebut akan diikat menggunakan tali rafia atau hanya disegel dengan menggunakan lakban untuk memastikan isi dari barang bawaan dalam kardus terjamin keamanannya.

  5. Mengantre di toilet SPBU
  6. Jika Anda mudik menggunakan kendaraan pribadi, biasanya hal ini akan ditemui saat momen mudik. Setelah perjalanan berjam-jam, tentu akan muncul rasa ingin buang air kecil atau besar, dan SPBU biasanya menyediakan toilet umum. Walaupun jumlah toilet SPBU biasanya cukup banyak, namun selalu saja Anda harus mengantre untuk mendapat giliran. Tapi jangan lupa untuk membawa uang kecil, karena biasanya Anda harus membayar sejumlah uang agar dapat menggunakan fasilitas toilet umum tersebut.

  7. Beristirahat di masjid
  8. Indonesia sebagai sebuah negara dengan mayoritas penduduk muslim tentu tidak heran jika akan banyak ditemukan masjid di sekitar lingkungan tempat tinggal masyarakat. Masjid-masjid tersebut juga biasanya banyak yang terdapat di pinggir-pinggir jalan besar. Keberadaan masjid ini juga ternyata tidak luput dari tujuan para pemudik. Pemudik biasanya akan mengunjungi masjid untuk beribadah salat, namun tidak jarang yang menggunakan kesempatan setelah salat tersebut untuk beristirahat.

  9. Tempat wisata kuliner juga mendadak membanjiri pinggir-pinggri jalanan yang ramai dilewati pemudik
  10. Kalau di hari-hari biasa area pantura hanya berisi sawah-sawah yang panas dan gersang, saat musim mudik tiba banyak pedagang makanan yang membuka lapak di sepanjang jalan. Berbagai jenis kuliner yang nggak biasanya ada dijual di sini. Jadi berasa ada destinasi wisata kuliner baru saat musim mudik datang.

  11. Pedagang asongan di tengah kemacetan
  12. Nah jika Anda mudik dan biasa melewati jalan yang biasanya menjadi titik kemacetan, maka hal ini pasti pernah Anda temui. Ya, pedagang asongan yang menjajakan dagangannya kepada para pengendara saat kondisi jalan macet. Itulah mengapa mudik seakan menjadi sebuah ladang rezeki tambahan bagi masyarakat sekitar yang dilalui arus pemudik.

  13. Pemudik motor membawa barang melebihi kapasitas
  14. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah pemilik kendaraan bermotor yang sangat banyak. Mengingat moda transportasi ini yang harganya paling terjangkau jika dibandingkan dengan mobil. Namun dengan hanya memiliki motor seakan tidak menjadi halangan bagi para pemudik. Bahkan sering sekali kamu bisa melihat foto-foto di media sosial yang menunjukkan uniknya para pengendara sepeda motor saat melakukan mudik.

    Keunikan ini karena biasanya barang bawaan dari pemudik dengan motor terkadang melebihi kapasitas dari motor tersebut. Dan tak jarang kamu juga akan menemui pemudik motor yang berboncengan bersama anggota keluarganya. Tidak hanya seorang pembonceng dewasa, biasanya bahkan ada satu atau dua pembonceng anak-anak di motor tersebut.

Selain tidak dikenakan biaya tentunya, beristirahat di masjid juga sangat terjamin kebersihannya, selain itu terdapat fasilitas kamar kecil yang bisa digunakan. Nah, mana kebiasaan yang biasanya Anda temui di saat momen mudik Lebaran? Tetapi, mengingat tahun ini mudik dilarang, jadi ada baiknya Anda untuk mematuhinya ya, Maiders.

*Sumber: Maimaid Team