Jakarta (23/4) – Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di Perairan Bali kemarin. Hingga saat ini belum ditemukan adanya tanda-tanda penemuan kapal tersebut, operasi pencarian saat ini masih berlangsung. Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad menjelaskan, pada pukul 03.46, KRI Nanggala melakukan penyelaman.

Kemudian pada pukul 04.00, kapal selam melaksanakan penggenangan peluncur terpedo. Saat itu lah kontak terakhir dengan kapal selam tersebut.

“Penenggelaman peluncur terpedo nomor 8 yang merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pada pukul 04.25,” kata Riad saat konferensi pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (22/4/2021).

Riad juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi dengan KRI Nanggala-402. KRI RE Martadinata memang melaporkan secara lisan mendeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot.

Namun, laporan tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan bahwa yang dideteksi adalah kapal selam. Sebab, kontak tersebut kemudian hilang sehingga tidak cukup data untuk dilakukan identifikasi.

“Tidak cukup data untuk identifikasi kontak dimaksud sebagai kapal selam. Jadi saya tegaskan kembali berbagai berita yang disampaikan sudah ditemukan 21 jam itu sebenarnya belum bisa digunakan sebagai dasar,” kata Riad.

Ia juga membenarkan temuan tumpahan minyak dan bau solar di beberapa lokasi yang berbeda. Temuan tersebut terlihat secara visual oleh pertama, Helikopter Panther 4211 posisi 7 derajat 49 menit 74 detik LS, 114 derajat 50 menit 78 detik BT dengan radius 150 meter.

KAL Bawean juga menemukan tumpahan minyak, tapi lokasi tidak dilaporkan. Selanjutnya KRI R E Martadinata 331 juga melaporkan menemukan tumpahan minyak di posisi 7 derajat 51 menit 92 detik LS, kemudian 114 derajat 5 menit 77 detik BT dengan area 150 meter.

KRI Nanggala-402 yang hilang kontak sampai saat ini belum ditemukan. TNI AL memastikan setiap kapal selam menyimpan tabung oksigen untuk awak.

Presiden Joko Widodo telah mengerahkan seluruh sumber daya dalam pencarian Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala 402 (Kapal Selam) yang hilang kontak pada Rabu (21/4) pada pukul 04.00 WITA di Perairan Utara Bali ketika melaksanakan penggenangan peluncur torpedo pada saat latihan.

Selain mendorong pencarian yang maksimal, Presiden juga meminta msyarakat agar berdoa untuk keselamatan awak KRI tersebut yang disampaikannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/4).

*Sumber: Maimaid Team