Jakarta (14/4) – Sepanjang hari, tubuh kehilangan banyak cairan baik melalui keringat dan urine maupun penguapan yang terjadi di permukaan kulit. Sedangkan saat berpuasa, asupan makan dan minum dibatasi. Butuh strategi yang tepat untuk mengatur asupan cairan saat puasa, mengingat dalam saktu sekitar 12 jam seseorang tidak diperbolehkan makan dan minum.

Sama seperti hari biasa, asupan cairan saat berpuasa dianjurkan tidak kurang dari 2 liter dalam sehari. Volume tersebut kurang lebih setara dengan 8 gelas air putih. Jika melakukan aktivitas yang banyak menguras keringat, maka kebutuhan cairan bisa lebih tinggi. Bagaimana asupan cairan yang tepat saat berpuasa?

Baca juga: Cara Hilangkan Bau Tak Sedap di Saluran Pipa Air

Pola 2-4-2 untuk Memenuhi Kebutuhan Cairan

Saat puasa, asupan cairan tubuh tetap harus dipenuhi. Hal itu penting dilakukan untuk menghindari risiko dehidrasi alias kekurangan cairan tubuh yang ditandai dengan bibir dan kulit kering, pusing, lemas, sakit kepala, serta urine berwarna gelap. Untuk memenuhi kebutuhan cairan saat puasa, kamu bisa coba menerapkan pola 2-4-2, yaitu:

  1. 2 Gelas Air Putih saat Berbuka
  2. Biar lebih sehat, biasakan untuk berbuka puasa dengan air putih baru dilanjut dengan makanan lainnya. Saat berbuka puasa, pastikan untuk minum setidaknya dua gelas air putih atau lebih secara berkala, sesuai dengan kebutuhan. Minum air putih saat berbuka puasa bisa membantu mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian beraktivitas di tengah puasa.

  3. 4 Gelas Air Putih saat Makan Malam
  4. Selanjutnya, disarankan untuk minum air putih secara berkala saat malam hari hingga menjelang tidur. Minum 4 gelas air putih pada malam hari dengan pembagian satu gelas air putih sebelum makan, satu gelas air putih setelah makan malam, satu gelas air putih setelah tarawih, dan satu gelas air putih menjelang tidur. Minum air putih sebelum makan dan sesudah makan bisa membantu melancarkan proses pencernaan makanan.

  5. 2 Gelas Air Putih saat Sahur
  6. Saat sahur dianjurkan untuk minum setidaknya dua gelas air putih. Kamu bisa membaginya, yaitu satu gelas saat bangun tidur atau sebelum makan dan satu gelas setelah makan sahur. Mengingat pentingnya makanan dan minuman untuk memberi energi tubuh selama puasa, sebaiknya jangan melewatkan makan sahur. Selain itu, jangan lupa minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh bisa terpenuhi.

    Adakah minuman yang baik dikonsumsi selain air putih? Jawabannya ada, tapi ada baiknya kamu tetap minum air putih sesuai kebutuhan tubuh. Air putih memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh, mulai dari menjaga tubuh tetap berenergi, melancarkan pencernaan, baik untuk metabolisme tubuh, serta memelihara kesehatan dan kelembaban kulit.

    Selain air putih, ada beberapa jenis minuman lain yang bisa dikonsumsi untuk membantu menjaga kesehatan dan kadar cairan tubuh, seperti air kelapa, teh manis, madu, dan jus buah. Minuman yang memiliki rasa manis memang disebut bisa membantu mengembalikan energi tubuh sehingga tidak lemas.

Baca juga: Es Blewah Yang Segar Cocok Untuk Menu Berbuka Puasa

8 Gelas air putih

Asupan cairan saat berpuasa dianjurkan tidak kurang dari 2 liter dalam sehari. Volume tersebut kurang lebih setara dengan 8 gelas air putih.

  • 1 gelas setelah bangun sahur
  • 1 gelas selepas sahur
  • 1 gelas saat berbuka puasa
  • 1 gelas setelah sholat maghrib
  • 1 gelas setelah makan malam
  • 1 gelas setelah sholat isya
  • 1 gelas setelah sholat tarawih
  • 1 gelas sebelum tidur

Namun perlu diingat, sebaiknya hindari menggunakan pemanis buatan dan jangan berlebihan dalam mengkonsumsi makanan ataupun minuman manis. Setelah seharian berpuasa, biasanya keinginan untuk mengkonsumsi rasa manis akan meningkat, maka dari itu penting untuk mengetahui batas normalnya.

Selain air putih dan minuman manis, asupan makanan sehat lainnya juga perlu diperhatikan. Dengan begitu, puasa akan berjalan lancar dan kesehatan tubuh selalu terjaga.

*Sumber: Alodokter