Jakarta (14/9) – Arab Saudi akan mencabut secara parsial pembatasan penerbangan internasional per 15 September guna mengizinkan “kategori luar biasa” bagi warga negara dan warga yang hendak bepergian, demikian Kantor Berita SPA pada Minggu. Kerajaan akan menghapus semua pembatasan perjalanan darat, laut dan udara bagi warga negara pada 1 Januari 2021, katanya.

Pada Maret kerajaan Arab Saudi menangguhkan penerbangan internasional guna mencegah penyebaran virus corona. Kategori luar biasa mencakup pegawai sektor militer dan umum, diplomat beserta keluarganya, mereka yang bekerja di sektor swasta publik atau nirlaba di luar negeri, pengusaha, pasien yang membutuhkan pengobatan di luar negeri, mereka yang belajar di luar negeri serta orang-orang dengan kasus kemanusiaan dan tim olahraga.

Warga negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) dan warga asing dengan tempat tinggal yang sah atau visa pengunjung akan diperbolehkan memasuki kerajaan mulai 15 September dengan syarat membawa hasil tes bahwa mereka negatif COVID-19. Kerajaan menerapkan langkah ketat untuk menekan penyebaran COVID-19 pada Maret, termasuk jam malam di sebagian besar kota.

Arab Saudi hingga kini mencatat 325.651 kasus COVID-19 dan 4.268 kematian. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Saudi Arabia mengumumkan bahwa klinik kesehatan keliling terpadu telah disediakan untuk mendampingi jemaah haji selama perjalanan mereka di antara tempat-tempat suci untuk musim haji 2020.

Kementerian menyatakan bahwa klinik tersebut adalah bus klinik keliling yang dilengkapi dengan semua peralatan medis yang diperlukan selain klinik kedokteran umum keliling, klinik gigi, laboratorium, radiologi dan klinik farmasi untuk menyediakan obat-obatan yang diperlukan bagi pasien.

Tim terpadu dari spesialis kesehatan dari berbagai spesialisasi akan menyediakan layanan kesehatan, pencegahan dan perawatan untuk para peziarah. Kerajaan Arab Saudi menginginkan para peziarah dalam keadaan selamat, sehat, dan aman saat melakukan ibadah haji di tengah penyebaran virus COVID-19.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammed Saleh bin Taher Benten saat membuka Simposium Grand Haji tahunan ke-45 pada Senin (27/7) waktu setempat dengan tema tentang Peraturan Kesehatan Masyarakat dan Aplikasi Ilmiah mereka Berdasarkan Pedoman dan Praktik Nabi.

Simposium yang digelar secara virtual dihadiri sejumlah menteri, akademisi, dokter, dan konsultan, seperti dilansir Saudi Press Agency, Selasa. Simposim tersebut dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an.

Sesi pembukaan dengan judul ‘Dari Haji ke Dunia’ dipimpin oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammed Saleh bin Taher Benten. Pada awal sesi, Menteri Benten menyampaikan pidato di mana ia memuji Allah SWT karena memberikan rahmat kepada Kerajaan Arab Saudi dengan kehormatan melayani Dua Masjid Suci, Islam dan Muslim.

“Dari era mendiang Raja Abdulaziz Al Saud hingga era penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan HRH Putra Mahkota, Kerajaan Arab Saudi selalu menjadi pelopor dalam menyebarkan Islam dan melayani Muslim,” ujar Menteri Haji dan Umrah.

Menteri Urusan Islam, Panggilan dan Bimbingan Arab Saudi Abdullatif bin Abdulaziz Al Al-Sheikh mengatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi menjaga keamanan, kesehatan, dan keselamatan para peziarah.

Hal itu dilakukan mulai dari era almarhum pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud, sampai era Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan HRH Putra Mahkota, yang masih dan merawat Dua Masjid Suci dan pengunjung mereka.

Al-Sheikh mengatakan bahwa ritual haji tahun ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan hati-hati untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah haji. Dia mengatakan bahwa otoritas terkait dari pemerintah Penjaga Dua Masjid Suci bergabung untuk mempersiapkan diri untuk melayani para peziarah.

Sementara itu, Penasihat di Pengadilan Kerajaan Arab Saudi dan Anggota Dewan Cendekiawan Senior Saad bin Nasser Al-Shathri mengatakan seorang peziarah dapat belajar sejumlah pelajaran selama melaksanakan ibadah haji.

Pasalnya, ceramah, pidato, dan khotbah biasanya diberikan di tempat Dua Masjid Suci, masjid-masjid lain dan di platform media. Mengatasi masalah kesehatan jamaah haji, pemerintah Saudi dan otoritas terkait mempertimbangkan pengaturan yayasan kesehatan dan menciptakan kondisi untuk menjaga kesehatan jamaah haji.

Pemerintah berupaya dengan segala cara untuk menghilangkan penyebab virus COVID-19. Terkait keputusan untuk melaksanakan haji tahun ini dengan jumlah jamaah terbatas, ia mengatakan bahwa keputusan itu merupakan langkah bijaksana dan sesuai dengan tujuan Syariah Islam dalam melestarikan agama, melakukan ritual, dan menyelamatkan hidup pada saat yang sama.

Sumber : Saudi Press Agency