Jakarta (8/1) – Awal Januari 2021 seharusnya menjadi momen penting bagi industri mobil listrik di tanah air, karena pabrikan raksasa mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) membahas rencana investasi di Indonesia.

Kasus covid di Indonesia dan kebijakan larangam masuk WNA menyebabkan tim Tesla tertunda berkunjung ke Indonesia. Pihak pemerintah tidak memberikan jawaban ketika CNBC Indonesia soal kepastian kedatangan tim dari Tesla, Amerika Serikat (AS).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Deputi Bidang Perencanaan Penanam Modal BKPM Ikmal Lukman hingga Juru Bicara Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Jodi Mahardi, kompak enggan memberikan jawaban soal kejelasan kunjungan tim Tesla.

Namun, Bahlil akhirnya angkat bicara terkait kedatangan tim Tesla tersebut. Ia memang tidak menjelaskan secara detil, namun ada indikasi bahwa tim dari pabrikan yang berpusat di California, AS itu belum juga tiba di Indonesia, artinya kunjungan ditunda.

Kedatangan Tesla memang ditunggu-tunggu karena pada akhir Desember lalu Menperin Agus Gumiwang sudah memastikan tim Tesla akan datang ke Indonesia awal Januari 2021.

Orang Indonesia di Balik Teknologi Otomasi Tesla

Pengembangan sistem otomasi kendaraan milik Tesla atau disebut Full Self-Driving (FSD) beta, yang meluncur pada Oktober 2020, rupanya melibatkan sosok warga negara Indonesia.

Dia adalah Moorissa Tjokro.Perempuan berusia 26 tahun asal Indonesia ini bekerja sebagai Autopilot Software Engineer untuk Tesla di San Francisco, California, Amerika Serikat.

Moorisa menjelaskan bahwa profesinya itu mencakup pengembangan computer vision. Sistem itu menghubungkan kamera, komputasi berbasis edge atau cloud, perangkat lunak, dan kecerdasan buatan (AI), sehingga sistem dapat “melihat” dan mengidentifikasi objek.

“Apa ada mobil di depan kita? Tempat sampah di kanan kita? dan juga gimana kita bisa bergerak atau yang namanya control and behavior planning untuk ke kanan dan ke kiri,” ujarnya saat diwawancara VOA baru-baru ini.

Moorisa bekerja di Tesla sejak Desember 2018. Sebelum melakoni jabatannya sekarang, dia pernah menempati posisi Data Scientist, yang juga mengurusi perangkat lunak mobil. Saat ini, perempuan kelahiran 1994 ini bertugas mengevaluasi perangkat lunak kendaraan otonom.

Dia menuturkan bahwa sistem FSD beta merupakan salah satu proyek terbesar yang dikerjakan olehnya. Rangkaian teknologi otonom FSD milik Tesla bisa dikatakan menjadi fitur yang paling mendekati Level 5, yakni puncak dari sistem otomasi mobil. Di titik ini, kebutuhan akan kendali manusia benar-benar hilang.

Adapun mobil otonom adalah sebuah kendaraan yang dapat menjelajahi lingkungannya dan bergerak tanpa bantuan manusia. Mobil ini menggunakan berbagai fitur, seperti radar, sinar laser, GPS, odometri dan penglihatan komputer untuk mendeteksi hal-hal di sekitarnya.

“Karena kita ingin mobilnya benar-benar kerja sendiri. Apalagi, kalau di tikungan-tikungan. Bukan cuma di jalan tol, tapi juga di jalan-jalan yang biasa,” tutur Moorisa.

Sementara itu beberapa waktu lalu, sebuah video di YouTube memperlihatkan bagaimana Tesla Model 3 mampu melaju secara otonom lewat kemampuan perangkat lunak FSD beta.

Dalam video tersebut, Model 3 yang dilengkapi dengan sistem FSD membuntuti truk sampah yang berjalan lambat dan beberapa kali berhenti. Alhasil, sistem mobil memutuskan bahwa tindakan terbaik adalah menyalipnya.

Dengan layar dasbor menampilkan situasi jalan raya, Tesla Model 3 perlahan-lahan bergerak ke arah kiri guna melihat kendaraan dari arah berlawanan. Setelah menyadari tidak ada lalu lintas yang lewat, mobil segera menyalip truk tersebut.

Pada satu sisi, video ini menunjukkan kemampuan kendaraan otonom yang mengesankan. Akan tetapi, manuver mobil saat menyalip masih kurang mulus, sehingga pengemudi harus melakukan intervensi. Selain itu, mobil berada terlalu lama di jalur berlawanan.

Menarik bukan, Maiders? Kita sama-sama Doakan saja mudah-mudahan Covid-19 kita juga segera berakhir. Serta minimal ada landai agar mereka (tim Tesla) bisa turun (masuk Indonesia) ya.

*Sumber: Otomotif Bisnis