Jakarta (28/10) – Hari Sumpah Pemuda selalu diperingati setiap 28 Oktober dan tahun ini merupakan peringatan ke-92. Dilansir dari Wikipedia, Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Yang dimaksud dengan “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).

Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia” dan agar “disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan”.

Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Yohan mengatakan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020 sudah diawali dengan peluncuran logo Hari Sumpah Pemuda Oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali (1/10) lalu.

“Logo Hari Sumpah Pemuda ke-92 ini sangat bermakna. Angka 92 yang dibentuk dari dua insan yang saling terhubung menggambarkan semangat persatuan pemuda Indonesia yang aktif dalam mengisi kemerdekaan,” ungkapnya saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (6/10).

Bukan hanya itu, imbuh Yohan, konsep logo tersebut juga dibuat seakan menyambung dan tidak terputus melambangkan semangat persatuan dan kerja sama untuk melawan Covid-19. Sejalan dengan tema peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020 yaitu bersatu dan bangkit.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 akan diselenggarakan secara nasional di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan perwakilan RI di luar negeri pada 28 Oktober mendatang. Selain lembaga pemerintah, peringatan Hari Sumpah Pemuda juga dilakukan oleh seluruh elemen termasuk lembaga nonpemerintah, organisasi kepemudaan, LSM, lembaga pendidikan, badan usaha swasta, serta BUMN.

Yohan menjelaskan, pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda memperhatikan Keppres No. 11/2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Yang terpenting adalah peringatan Hari Sumpah Pemuda harus dapat meningkatkan peran pemuda sebagai generasi penerus yang mampu mewujudkan kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Sejauh ini, pemerintah lintas sektoral telah bekerja sama dan berusaha melakukan upaya pemberdayaan dan perkembangan pemuda. Antara lain yaitu dengan mengembangkan sentra pemuda sampai ke peningkatan potensi pemuda.

Pada kesempatan rakor tersebut, turut hadir secara daring melalui zoom Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Amar Ahmad, perwakilan Bappenas, Kemenag, Setkab, serta kementerian/lembaga lain.

*Sumber: kemenkopmk.go.id