Jakarta (15/10) – Rumah merupakan kebutuhan bagi semua orang, namun tidak semua orang memilikinya. Harga rumah kian melambung dari waktu ke waktu sehingga bagi masayarakat yang berpenghasilan rendah merasa kesulitan untuk membeli rumah. Memang kini permasalahan tersebut dapat diatasi dengan adanya sistem KPR dimana membeli rumah dapat dilakukan dengan cara mencicil. Tetapi besarnya uang muka yang berkisar 15-30 % masih dirasa berat bagi sebagian masyarakat.

Nah Maiders, seperti diketahui bahwa KPR adalah fasilitas yang diberikan oleh pihak perbankan kepada nasabah untuk membeli rumah. Jadi, biaya pembelian rumah akan difasilitasi oleh pihak perbankan diluar Down Payment (DP) atau uang muka yang menjadi tanggungan si pembeli.

Apa sih, keuntungan membeli rumah melalui KPR? keuntungannya adalah Maiders tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah. Anda cukup menyediakan uang muka saja.

Saat ini, Bank Indonesia (BI) pun meringankan kebijakan uang muka KPR. Dari sebelumnya 30%, kini yang harus ditanggung oleh konsumen menjadi cukup 20% saja.

Jenis-jenis KPR

KPR Nonsubsidi

KPR nonsubsidi merupakan KPR yang diberikan untuk seluruh masyarakat tanpa kecuali. Ketentuan dan persyaratan KPR nonsubsidi ditentukan oleh bank penyedia KPR. Jadi, penentuan besar kredit ataupun suku bunga dilakukan sesuai kebijakan dari bank tersebut.

KPR Subsidi

KPR subsidi merupakan KPR yang diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan jenis KPR yang satu ini adalah program dari pemerintah. Tujuannya untuk membantu MBR memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Dengan adanya KPR subsidi diharapkan kebutuhan MBR akan perumahan atau perbaikan rumah terjawab.

Kenapa menggunakan KPR?

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, jika Anda membeli properti menggunakan sistem KPR menawarkan sejumlah keuntungan lho. Dengan menggunakan sistem KPR, Anda tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah.

Anda cukup menyediakan dana untuk membayar Down Payment (DP) alias uang muka saja. Jadi, tidak diperlukan untuk mengumpulkan seluruh dana untuk beli rumah atau properti lainnya di awal. KPR mempunyai jangka waktu yang panjang.

Jadi, angsurannya bisa diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan. Namun selain mengumpulkan dokumen untuk memenuhi persyaratan, ada biaya yang harus disiapkan dalam proses pengajuan KPR.

Lalu, pada umumnya pemohon KPR akan dikenakan beberapa biaya ya? di antaranya sebagai berikut:

  • Biaya appraisal
  • Biaya notaris
  • Provinsi bank
  • Biaya asuransi kebakaran
  • Biaya premi asuransi jiwa selama masa KPR

Syarat KPR yang Wajib Dipenuhi

Bila Anda ingin memanfaatkan sistem KPR subsidi agar bisa memiliki hunian pribadi, maka Anda mesti menyiapkan sejumlah persyaratan berikut ini:

  1. Syarat umur dan kewarganegaraan
  2. Masyarakat yang ingin mengajukan KPR subsidi harus Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Indonesia. Usia minimal untuk pengajuan tersebut adalah 21 tahun atau berstatus sudah menikah. Namun WNI yang tinggal di negara lain dan berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tak perlu khawatir. Sebab pemerintah juga sudah mencanangkan program KPR subsidi untuk TKI sejak tahun 2015. Jadi, TKI yang bekerja di Jepang, Hongkong, Singapura, dan Korea Selatan pun berkesempatan memiliki rumah dengan sistem KPR subsidi.

  3. Kelengkapan identitas yang harus disiapkan
  4. Kelengkapan identitas yang dibutuhkan untuk mengajukan KPR subsidi yaitu fotokopi KTP pemohon dan pasangan, fotokopi Kartu Keluarga (KK), dan fotokopi surat nikah (bila sudah menikah), dan fotokopi NPWP. Selain itu, pemohon KPR subsidi juga harus membuat surat pernyataan belum memiliki rumah dan surat keterangan belum pernah menerima fasilitas KPR subsidi.

  5. Persyaratan untuk karyawan
  6. MBR yang berprofesi sebagai karyawan wajib melampirkan slip gaji terakhir atau surat keterangan penghasilan dan surat keterangan kerja atau fotokopi surat keputusan pengangkatan pegawai tetap. Hal ini untuk memastikan bahwa pendapatan karyawan memenuhi syarat pengajuan KPR, yaitu maksimal 4 juta untuk KPR rumah tapak dan 7 juta untuk KPR rumah susun. Pengaju KPR yang memiliki pendapatan lebih dari syarat tersebut tidak bisa memiliki rumah dengan sistem KPR subsidi.

  7. Persyaratan untuk wiraswasta
  8. Persyaratan KPR subsidi untuk kalangan wiraswasta tentu agak berbeda dengan syarat untuk karyawan. Para wiraswasta yang menggeluti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mesti melampirkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan laporan keuangan 3 bulan terakhir. Masa usaha wiraswasta atau masa kerja karyawan minimal 1 tahun untuk mengajukan KPR subsidi.

  9. Persiapan uang muka dan rekening koran
  10. Untuk urusan persiapan uang muka atau Down Payment (DP), rentang jumlah uang muka KPR subsidi mulai dari 1%. Sementara suku bunga cicilannya adalah 5% fixed sepanjang jangka waktu kredit. Anda juga wajib menyertakan rekening koran selama 3 bulan terakhir. Supaya pihak bank yang memfasilitasi KPR subsidi dapat mengecek kelayakan Anda sebagai pihak pengaju. Kesanggupan membayar uang muka dan cicilan KPR adalah hal penting yang akan menunjang kelancaran proses KPR.

Hal yang harus diperhatikan saat ingin mengajukan KPR

Poin ini sangat penting nih Maiders, selain memerhatikan soal syarat KPR dan ketentuannya, ada baiknya mengetahui juga hal-hal penting saat mengajukan KPR lainnya.Jadi, apa saja hal-hal penting yang harus diperhatikan saat mengajukan KPR? Silahkan simak dalam uraian di bawah ini:

  • Jika rumah yang dibeli dari perorangan, maka pastikan bahwa sertifikat tidak bermasalah
  • Lalu, pastikan ada surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai dengan kondisi bangunan yang ada.

Namun apabila membeli rumah dari developer, pastikan bahwa pihak mereka telah menyiapkan hal berikut ini:

  • Izin peruntukan tanah yang meliputi izin lokasi, aspek penatagunaan lahan, dan site plan yang telah disahkah
  • Prasarana sudah tersedia
  • Kondisi tanah matang
  • Sertifikat tanah minimal Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atau HGB induk atas nama developer
  • IMB induk

Maiders, jika Anda merasa sudah memenuhi persyaratan tersebut di atas. Langkah berikutnya dalam pengajuan KPR adalah memastikan keuangan Anda ‘sehat’. Ya, bank tentu berusaha meminimalisir risiko terjadinya kredit macet. Sejumlah indikator yang menjadi acuan bank untuk memastikan ‘kesehatan’ keuangan Anda di antaranya adalah Informasi Debitur Individual (IDI).

Bank juga akan memeriksa persentase total cicilan Anda terhadap pemasukan bulanan Anda. Bank mensyaratkan total cicilan adalah 30% dari pemasukan. Jadi, misalnya pemasukan bersih Anda Rp 10 juta per bulan, maka cicilan maksimal yang bisa diberikan bank adalah Rp 3 juta.

Jika Anda memiliki cicilan lain seperti cicilan kartu kredit, kendaraan bermotor, dan lain-lain, yang jika digabungkan dengan cicilan rumah Anda melebihi persentase 3%, akan semakin kecil peluang bank meloloskan pengajuan KPR Anda.

Gimana Maiders, setelah mengetahui sistem KPR dalam membeli rumah, apakah Anda ingin membeli dengan jenis KPR subsidi atau nonsubsidi? Jika Anda pilih jenis KPR subsidi, terbukti kan bahwa memiliki rumah dengan sistem KPR subsidi kini tak sesulit yang Anda bayangkan.

Maka pengajuan KPR subsidi Anda akan segera diproses sesuai prosedur. Wujudkan keinginan memiliki hunian pribadi demi kesejahteraan yang lebih baik.Lengkapi syaratnya dan isilah formulir pengajuan KPR lengkap dengan pas foto terbaru.

Mengenai membeli rumah, tidak salahnya Maiders pesan layanan Pekerja Rumah Tangga (PRT) untuk membantu Anda dalam mengerjakan pekerjaan rumah, Anda dapat pilih kriteria PRT yang Anda inginkan melalui aplikator Maimaid untuk info selengkapnya kunjungi www.maimaid.id atau hubungi hotline di 021-220-586-67.

*Sumber: btnproperti