Jakarta (3/4) – Pernah gak sih kamu merasakan hidupmu selama ini jadi beban dalam keluarga? Merasa dirimu menjadi sumber masalah, kekacauan, dan menjadi pihak yang selalu saja disalahkan. Selain itu, kamu merasa hidup yang kamu jalani tidak pernah bisa memberi kepuasan pada mereka.

Bagi orang yang tidak merasakan sendiri, mereka tak akan tahu betapa sedihnya menjadi beban keluarga. Apalagi menjadi beban bagi orang tua yang sudah mulai menua dan kondisi ekonominya tak baik. Seorang anak dalam situasi tersebut akan merasa sangat rendah diri.

Ia akan terpuruk karena menganggap dirinya betul-betul tak berguna. Penyebabnya beragam. Ada yang merasa jadi beban karena terlalu sering membuat masalah, hingga yang tak juga memperoleh pekerjaan.

Seorang anak yang baru lulus SMK, misalnya. Ketika menganggur dalam waktu yang lama, pasti ia akan merasa jadi beban buat keluarganya. Bahkan meski keluarganya tak pernah menyebutnya demikian.

  1. Buktikan Kamu Bisa
  2. A

    nak memang sulit untuk berpisah dari orang tua, namun bukan berarti orang tua juga mudah melepaskan anaknya untuk hidup mandiri dan meninggalkan rumah. Jelas pilihan tersebut bukanlah hal yang mudah, untuk itu kamu harus bisa membuktikan bahwa kamu bisa tinggal sendiri. Membuktikan yang dimaksud disini adalah tidak memberikan kabar yang mengkhawatirkan.

    Ketika kamu tinggal sendiri pasti akan ada hal yang tidak nyaman dan mengganggu kamu, namun jika masih bisa ditangani sendiri baiknya tangani saja dibandingkan mengabarkan orang tua dan membuat mereka khawatir. Nantinya kamu hanya disuruh kembali ke rumah dan tidak bisa tinggal sendiri untuk waktu yang lama.

  3. Berikan Kebutuhan Orang Tua
  4. Orang tua tidak akan pernah mengatakan apa yang mereka butuhkan atau apa yang mereka alami. Mungkin ketika kamu masih kecil semua terlihat baik-baik saja, dan kamu bahagia dengan apapun yang diberikan oleh orang tua. Namun semakin lama kamu akan tahu seperti apa kondisi orang tua, termasuk jika kamu masih tinggal di rumah.

    Tips selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan orang tua. Bukan hal yang mudah memang memenuhi kebutuhan mereka, selain itu orang tua pasti akan mengatakan bahwa mereka tidak membutuhkannya dan memberikan kembali untuk kamu.

    Namun tetap saja hadiah dan meringankan kehidupan mereka dengan bantuan kamu pasti hal yang dibanggakan. Kebutuhan yang dimaksud bukan hanya materi saja namun juga hal lainnya.

  5. Batasi Kebutuhan dan Keinginan
  6. Ingin membeli A ingin membeli B padahal kamu masih tinggal di rumah orang tua dan juga masih hidup dari orang tua. Jika hal seperti ini terjadi maka kamu harus hentikan kebutuhan dan keinginan kamu. Jika memang sulit minimal membatasinya dan mencoba mengurangi pengeluaran, kebutuhan serta keinginan kamu.

    Memang jika biasanya kamu menikmati segala hal yang diberikan orang tua, sudah saatnya kamu tahu diri atau sadar bahwa hal tersebut mempersulit orang tua. Cobalah untuk meringankan beban mereka meskipun kamu belum bisa hidup mandiri.

  7. Kerja untuk Keluarga
  8. Jika kamu sudah menyelesaikan studi dan merasa bahwa beban orang tua sudah selesai maka kamu bisa bekerja atau membuka usaha yang berpeluang meningkatkan finansial kamu. Berbicara soal kerja atau materi memang bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan. Namun perlu kamu tahu bahwa materi sebenarnya mempengaruhi sebagian besar kehidupan dan kondisi keluarga.

    Tetapi tidak ada salahnya meringankan beban keluarga dengan bekerja, apalagi jika kamu ingin meneruskan jenjang pendidikan namun finansial keluarga kamu mengalami kendala. Bukankah lebih baik kamu mencari sumber dananya sendiri ? hal ini akan meringankan keluarga meskipun kamu tetap tinggal di rumah.

  9. Jangan Bawa Masalah
  10. Tips selanjutnya adalah jangan membawa masalah dari luar. Seringkali secara tidak sadar kamu membawa masalah lain yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga atau orang tua. Namun karena kondisi yang tidak bisa dikendalikan maka masalah tersebut sampai ke rumah dan membuat suasana di rumah kurang nyaman.

    Perlu diingat dalam sebuah rumah yang tinggal di tempat tersebut tentu bukan hanya orang tua, namun juga orang lain seperti adik, kakak bahkan terkadang paman atau bibi dan nenek-kakek. Hal ini akan mempengaruhi kenyamanan mereka ketika tinggal di rumah. Apalagi jika tidak bersangkutan, jelas mereka akan merasa bahwa kamu seorang pengganggu dan perusak kenyamanan.

  11. Mampu Mengambil Keputusan
  12. Selanjutnya adalah mampu mengambil keputusan dengan tepat dan bertanggung jawab. Jika kamu sudah dewasa namun masih tinggal dengan orang tua, mungkin karena satu dan lain hal akan dimaklumi. Namun, bagaimana dengan keputusan atau tanggung jawab semua kegiatan dan tugas kamu? Nah berbicara soal tanggung jawab dan keputusan, bisa jadi tugas pertama yang kamu ambil tanpa melibatkan orang tua.

    Meskipun masih tinggal dalam satu atap namun lebih baik kamu mengambil dalam keputusan sehingga memudahkan orang tua dan keluarga untuk bisa melakukan kegiatan lainnya tanpa harus memikirkan anaknya lagi.

    Selain itu kamu bisa mendapat kepercayaan yang tinggi agar bisa menjalankan tanggung jawab dengan baik. Ditambah sekarang kamu sudah bisa menentukan keputusan sendiri. Itu merupakan pencapaian yang tinggi dan menyatakan bahwa kamu sudah bermental dewasa.

Alasan kenapa keluarga suka menganggapmu sebagai beban, mungkin muncul karena ulah kita sendiri. Maka dari itu mulailah untuk mengevaluasi diri. Bisa jadi karena sikapmu selama ini, karena ulah yang yang tidak kamu sadari, atau faktor lainnya. Maka dari itu, melakukan evaluasi menjadi cara supaya kamu tahu kesalahan yang pernah kamu buat.

Memang, mempunyai keluarga yang suka menganggap kita sebagai beban dalam hidup terasa sangat menyesakkan. Namun, jangan menyerah buktikan pada mereka kamu layak untuk menjadi kebanggannya.

*Sumber: simulasikredit