Jakarta (17/11) – Kulit bentol dan gatal karena gigitan nyamuk memang sangat menyebalkan. Selain membuat Anda tidak nyaman, tampilannya juga mengurangi kemulusan kulit. Menurut WHO, nyamuk merupakan salah satu hewan paling mematikan di dunia. Hal ini dikarenakan kemampuannya membawa dan menyebarkan penyakit ke manusia menyebabkan jutaan kematian.

Beberapa penyakit yang disebabkan karena gigitan nyamuk adalah penyakit malaria, demam berdarah dengue (DBD), cikungunya, demam kuning dan kaki gajah. Untuk itu, jangan menganggap sepele keberadaan nyamuk.

Rajin-rajinlah untuk membersihkan lingkungan di sekitarmu agar terhindar dari kemungkinan jadi sarang nyamuk. Jika terlanjur kena gigitan nyamuk, maka bisa jadi akan muncul bentol dan gatal di area bekas gigitan nyamuk.

Hal ini timbul akibat senyawa yang disuntikkan nyamuk ke area gigitannya. Senyawa tersebut adalah sejenis protein pada sungut nyamuk yang memicu reaksi alergi ringan, sehingga timbul bentol.

Berikut adalah beberapa cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk:

  1. Penanganan segera
  2. Untuk mengurangi bengkak dan gatal, Anda bisa memberi kompres dingin atau hangat pada bagian tubuh yang tergigit nyamuk. Obat oles seperti bedak kocok kalamin atau salep antiradang juga dapat membantu. Sementara itu, reaksi alergi yang lebih serius mungkin akan membutuhkan pil antihistamin sesuai resep dokter.

  3. Jangan menggaruk
  4. Maiders, hindari menggaruk bekas gigitan nyamuk, apalagi dengan kasar. Garukan dapat membuat kulit terluka dan mengundang infeksi. Bila tidak tahan untuk menggaruk, berbagai cara berikut bisa dilakukan untuk menyiasatinya, yaitu:

    • Menempelkan plester pada bekas gigitan nyamuk agar Anda atau anak tidak menggaruk kulit secara langsung, terutama ketika tidur di malam hari.
    • Mengoleskan madu pada bekas gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi, karena madu mengandung antiseptik.
    • Mengoleskan lidah buaya atau gel lidah buaya untuk meringankan peradangan. Agar lebih nyaman, gunakan lidah buaya yang sudah didinginkan.
    • Mengoleskan alkohol untuk mengusir rasa gatal. Bila tidak ada alkohol, sedikit hand sanitizer juga bisa digunakan karena biasanya mengandung alkohol.

  5. Mandi
  6. Anda juga disarankan mandi dengan air dingin tanpa menggunakan sabun nih, Maiders. Usapkan larutan air yang dicampur dengan soda kue juga dapat membantu meredakan gatal dan bengkak akibat gigitan nyamuk. Jika cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk di atas masih belum efektif, segera cari bantuan medis, terlebih bila mengalami reaksi serius yang penyebabnya dirasa bukan alergi. Reaksi serius tersebut dapat berupa mual atau muntah, kelelahan, sesak napas, demam, sakit kepala berat, kebingungan, nyeri di seluruh tubuh, serta melemahnya otot pada salah satu sisi tubuh akibat gangguan saraf.

Agar Gigitan Nyamuk Tidak Berbekas

Maiders, bentol karena gigitan nyamuk bisa bertahan hingga beberapa hari, tergantung sistem kekebalan tubuh dan ukuran bentol. Jika terasa gatal dan sering digaruk, bentol justru akan semakin lama sembuh. Setelah kempes, bentol karena gigitan nyamuk bisa meninggalkan bekas hitam kecil, terutama pada jenis kulit yang sensitif. Agar gigitan nyamuk tidak berbekas hitam, oleskan krim yang mengandung vitamin C, E, atau niacinamide pada bekas gigitan. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan tabir surya dengan SPF 30 jika kita ingin keluar rumah.

Sebuah pepatah berbunyi, ”Lebih baik mencegah daripada mengobati.” Demikian pula dengan gigitan nyamuk. Kita perlu mencegah gigitan nyamuk karena nyamuk bisa membawa penyakit serius, seperti demam berdarah, malaria, meningitis, maupun ensefalitis (infeksi otak). Kunci pencegahan terletak pada kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Usahakan melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan memakai baju lengan panjang, celana panjang, dan kaus kaki. Jangan lupa untuk selalu membersihkan tempat-tempat genangan air, yang memungkinkan nyamuk berkembang biak.

Saat melakukan berbagai cara di atas, jangan lupa perhatikan bagaimana respons kulit, ya. Jika timbul reaksi alergi atau iritasi, segera hentikan pengobatan dan konsultasi ke dokter.

*Sumber: Alodokter